8 November 2023
7 November 2023
Peraturan Daerah Provinsi Lampung Tahun 2021 dan 2022
![]() |
PERATURAN DAERAH PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2021 DAN 2022 |
![]() |
PERATURAN DAERAH PROVINSI LAMPUNG NOMOR 1 TAHUN 2019 TENTANG FASILITASI PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA, PSIKOTROPIKA DAN ZAT ADIKTIF LAINNYA |
![]() |
PERATURAN DAERAH PROVINSI LAMPUNG NOMOR 2 TAHUN 2019 TENTANG PERSIAPAN PENGADAAN TANAH BAGI PEMBANGUNAN UNTUK KEPENTINGAN UMUM |
29 Maret 2023
22 Maret 2023
Jaga Kelestarian Budaya, Pemkab Lampung Barat Keluarkan Surat Edaran Penggunaan Bahasa Lampung
Lampung Barat - Dalam rangka menjaga, melestarikan, mengembangkan, membina dan melindungi kekayaan bahasa yang dimiliki bangsa Indonesia, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Barat mengeluarkan Surat Edaran (SE) dengan Nomor: 400/18/02/2023 tentang penggunaan bahasa Lampung, agar Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintahan setempat menggunakan bahasa Lampung setiap hari Jumat.
Dikeluarkannya surat edaran tersebut berdasarkan Undang-Undang (UU) Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Tahun 1945 pasal 32, bahwa Negara menghormati dan memelihara bahasa daerah sebagai kekayaan budaya nasional.
Selain itu berdasarkan Peraturan Presiden (PP) RI No 57 tahun 2014 tentang pengembangan, pembinaan dan perlindungan bahasa dan sastra serta peningkatan fungsi Bahasa Indonesia pasal 6.
Kemudian hal itu juga berdasarkan hasil himpun adat sai batin paksi pak sekala bekhak pada tanggal 23 November 2022 yang dilaksanakan di Lamban Dinas Bupati Lampung Barat.
Selanjutnya berdasarkan berita acara hasil rapat tanggal 10 Februari tahun 2023 di ruang rapat Sekincau tentang penggunaan bahasa Lampung pada saat khotbah Sholat Jumat.
Selaku Kepala Daerah, Penjabat (Pj) Bupati Lampung Barat Drs. Nukman mengatakan, jika bahasa daerah merupakan salah satu kekayaan bangsa yang memiliki fungsi sebagai alat komunikasi bagi masyarakat.
Selain itu, bahasa daerah juga memiliki fungsi sebagai pendukung bahasa nasional yakni bahasa Indonesia.
"Atas dasar tersebut, fungsi bahasa daerah harus terus dibina dan di kembangkan dalam memperkukuh ketahanan budaya bangsa," kata Nukman.
Menurut Nukman, Lampung memiliki adat dan kebudayaan yang unik sehingga mempunyai daya tarik tersendiri yang patut untuk dilestarikan, diberdayakan dan dipertahankan sebagai salah satu bahasa kebanggaan masyarakat, khususnya Kabupaten Lampung Barat.
Selain itu yang terpenting kata Nukman adalah, menjaga kelestarian bahasa daerah sebagai peneguh jati diri dan identitas daerah, khususnya Kabupaten Lampung Barat.
"Dan ini bisa kita mulai dari keluarga serta lingkungan untuk tetap menjadikan bahasa daerah sebagai bahasa sehari-hari yang kita gunakan untuk berkomunikasi dengan keluarga, kerabat dan orang terdekat," ujarnya.
Selain itu, Nukman menyatakan penggunaan bahasa Lampung dalam kehidupan sehari-hari ditujukan untuk mengembangkan, membina dan melindungi bahasa Lampung sebagai bahasa daerah.
Hal tersebut tentunya tetap memenuhi kedudukan dan fungsinya dalam kehidupan bermasyarakat serta tetap menjadi khasanah kekayaan budaya Indonesia.
Di dalam surat edaran itu pun, Nukman meminta para Camat agar mengimbau takmir masjid di wilayah masing-masing untuk menggunakan bahasa Lampung sebagai pengantar pengajian dan khutbah sholat Jumat.
"Minimal satu bulan satu kali, untuk menghindari terjadinya perbedaan arti yang diakibatkan oleh salah pengucapan kata, diimbau agar khotibnya adalah orang yang menguasai dan fasih berbahasa Lampung," pungkasnya. (ADV)
22 Februari 2023
Peraturan Daerah Provinsi Lampung Tahun 2021 dan Tahun 2022
Peraturan Daerah Provinsi Lampung Tahun 2021 dan Tahun 2022
![]() |
Peraturan Daerah Provinsi Lampung Tahun 2021 dan Tahun 2022 |
1. Peraturan Daerah Provinsi Lampung Nomor 4 Tahun 2020 Tentang Pengembangan Sumber Daya Pariwisata Berbasis Ekonomi Kreatif
![]() |
Peraturan Daerah Provinsi Lampung Nomor 4 Tahun 2020 Tentang Pengembangan Sumber Daya Pariwisata Berbasis Ekonomi Kreatif |
2. Peraturan Daerah Provinsi Lampung Nomor 15 Tahun 2020 Tentang Penyelenggaraan Pendidikan Menengah
![]() |
Peraturan Daerah Provinsi Lampung Nomor 15 Tahun 2020 Tentang Penyelenggaraan Pendidikan Menengah |
14 November 2022
DPRD Lampung Selatan Gelar Paripurna Istimewa HUT Lampung Selatan ke-66
KALIANDA – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lampung Selatan menggelar paripurna istimewa dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-66 Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2022, yang berlangsung di ruang sidang utama DPRD setempat, Senin (14/11/2022).
Rapat paripurna yang dimulai sekitar pukul 09.15 WIB dipimpin oleh Ketua DPRD Lampung Selatan Hendry Rosyadi didampingi oleh Wakil Ketua I Agus Sartono, Wakil Ketua II Agus Sutanto dan Wakil Ketua III Waris Basuki. Hadir mewakili Gubernur Lampung, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Drs. Qudrotul Ikhwan, Bupati Lampung Selatan H. Nanang Ermanto, jajaran Forkopimda Lampung Selatan, Sekdakab Thamrin beserta jajaran Kepala Daerah dan tokoh adat Saibatin Lima Marga.
Hadir juga, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Lampung Selatan Hj. Winarni Nanang Ermanto, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Lampung Selatan Yani Thamrin serta beberapa tamu undangan lainnya.
Rapat Paripurna Hari Jadi Kabupaten Lampung Selatan ke-66 tahun itu, diawali dengan pengantar pimpinan rapat oleh Ketua DPRD Lampung Selatan H. Hendry Rosyadi. Kemudian, acara dilanjutkan dengan pembacaan uraian singkat mengenai sejarah terbentuknya Kabupaten Lampung Selatan.
“Melalui momentum hari jadi Lampung Selatan diharapkan dapat memberikan motivasi untuk meningkatkan semnagat pengabdian kita untuk meningkatkan Kabupaten Lampung Selatan yang maju dan berdaya saing,” ujar Hendry Rosyadi.
Sementara itu, dalam sambutannya, Bupati Lampung Selatan H. Nanang Ermanto mengatakan, pada peringatan Hari Jadi Kabupaten Lampung Selatan Tahun ini mengambil Tema ”Bangkit Dengan Sejuta Karya”.
“Dengan mengusung tema tersebut, kita semua berharap Kabupaten Lampung Selatan yang kita cintai ini akan dapat tumbuh berkembang, maju dan bangkit untuk terus berkarya dengan semangat kebersamaan dan kerukunan seluruh elemen masyarakatnya,” ungkapnya.
Dirinya juga menyebutkan, peringatan Hari Jadi Kabupaten Lampung Selatan juga menjadi wahana untuk melakukan refleksi atas kinerja pembangunan dan pemerintahan secara obyektif selama perjalanan kurun waktu Tahun 2022.
“Oleh karena itu, semua keberhasilan yang telah diperoleh akan terus dipertahankan dan ditingkatkan, sedangkan program-program daerah yang belum dicapai, akan menjadi sumber inspirasi bagi kami untuk terus bersama-sama bekerja keras mewujudkan pencapaiannya,” sebutnya.
Dalam kesempatan itu pula, H. Nanang Ermanto menyampaikan berbagai penghargaan yang berhasil diraih oleh Kabupaten Lampung Selatan baik penghargaan dari Pemerintah Pusat maupun Provinsi serta program pembangunan Kabupaten Lampung Selatan dalam rentang waktu tahun 2021 hingga 2022.
“berbagai upaya kebijakan dan program telah dilakukan dalam rangka mengurangi beban pengeluaran masyarakat, seperti efektivitas bantuan sosial dan peningkatan pendapatan masyarakat melalui UMKM. Sehingga angka peningkatan kemiskinan di Kabupaten Lampung Selatan menjadi yang terkecil di Provinsi Lampung yaitu sebesar 0,11 persen,” terangnya.
Bupati Lampung Selatan H. Nanang Ermanto menghimbau kepada seluruh pemangku kepentingan untuk menyamakan persepsi serta komitmen karena Pemerintah daerah Kabupaten Lampung Selatan tidak akan mampu mewujudkan hal tersebut jika tidak mendapatkan dukungan dari semua pihak.
“Dari hasil pembangunan yang telah dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, semoga berbagai capaian positif hasil pembangunan tersebut, Insya Allah dapat dinikmati dan dirasakan oleh seluruh masyarakat Lampung Selatan,” himbaunya.
Pada Kesempatan yang sama, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Drs. Qudrotul Ikhwan berharap, peringatan HUT ke-66 Kabupaten Lampung Selatan dapat dijadikan sebagai momentum untuk bangkit dari keterpurukan akibat Pandemi Covid-19. Hal ini juga, kata Ia, sesuai dengan tujuan dari penyelenggaraan Pemerintah Daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Yang pertama Lampung Selatan harus berbagangga dan menyambut baik proyek nasional Bakauheni Harbour City (BHC). Saat ini kondisi Masjid Agung atau Masjid Raya itu sangat megah. Itu bagus banget, bagaimana Lampung Selatan bisa mengambil peran disitu,” kata Qudrotul Ikhwan.
Oleh karena itu, lanjut Qudrotul Ikhwan, Kabupaten Lampung Selatan perlu memperbanyak event-event yang akan berujung pada peningkatan ekonomi sekitar. Baik itu melalui Karang Taruna maupun organisasi kepemudaan lainnya.
“Insyaallah tahun ini selesai. Begitu juga taman budaya, UMKM Center juga akan segera diselesaikan. Jadi ini adalah peluang yang sangat bagus untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. Pada situasi makro, situasi ekonomi global yang tidak menentu, menyembabkan krisis yang berkepanjangan di Eropa,” ungkapnya. (ADV)
14 April 2022
Pandemi Covid-19 Tak Menyurutkan Parosil Membangun Infrastruktur di Lampung Barat
LAMPUNG BARAT---Krisis kesehatan global itu memaksa pemerintah memangkas anggaran nyaris di seluruh sektor rencana pembangunan dan kemudian difokuskan untuk penanganan penyebaran coronavirus tersebut.
Tak terkecuali anggaran untuk meningkatkan infrastruktur.
Kendati demikian, Bupati Lampung Barat Parosil tak patah semangat membangun daerah, utamanya di bidang infrastruktur.
Pemangkasan anggaran semasa pandemi tidak menyurutkan tekad Bupati Parosil Mabsus untuk terus mewujudkan program unggulannya dalam peningkatan infrastruktur mantap.
Bahkan, di tengah pandemi itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Barat di bawah kepemimpinan Bupati Parosil mampu merealisasikan pembangunan ruas jalan sepanjang 5,3 KM yang menghubungkan Pekon Suka Banjar - Pekon Tawan Suka Mulya di Kecamatan Lumbok Seminung.
Seyogianya, ruas jalan aspal yang diresmikan itu mencapai 7,8 Km yang sisi kanan kirinya dilengkapi rabat beton.
Namun pembangunan di tahun 2021 baru terealisasi 5,3 Km, dan sisanya dilanjutkan di tahun 2022 ini.
Tersendatnya pembangunan ruas jalan tersebut lagi-lagi dampak wabah covid-19.
Anggaran dana yang digunakan pembangunan ruas jalan sepanjang 5,3 Km itu mencapai angka Rp15,3 miliar. Sementara lanjutan pembangunan yang akan dilakukan tahun 2022 ini sepanjang 2,5 Km dengan anggaran dana mencapai Rp8 miliar.
Bupati Parosil menyebutkan, Pemkab Lampung Barat di bawah kepemimpinannya yang saat ini telah memasuki tahun kelima, pembangunan ruas jalan yang dibangun itu merupakan ruas jalan terpanjang yang ada di Kabupaten Lampung Barat.
"Selama saya menjadi bupati empat tahun ini, jalan yang di bangun ini merupakan jalan terpanjang di Kabupaten Lampung Barat," sebutnya.
Parosil menuturkan bukan hal yang mudah untuk melakukan pembanguan di tengah wabah pandemi covid-19. Pasalnya dari segi anggaran terbagi dengan penanganan dan pencegahan wabah yang berasal dari Wuhan, Cina tersebut.
Namun dari hasil perjuangan dan kerja keras seluruh jajaran Pemkab Lampung Barat, pembangunan ruas jalan tersebut dapat terealisasikan.
"Nama ruas jalan ini Suka Banjar - Tawan Suka Mulya, kita hadir nadanya sama-sama bersyukur. Membangun ruas jalan yang panjangnya 5,3 Km di situasi pandemi covid-19 bukan hal yang mudah, karena membutuhkan anggaran cukup besar," ungkapnya.
Parosil mengatakan fungsi jalan tersebut merupakan langkah untuk meningkatkan perekonomian masyarakat di Kabupaten Lampung Barat.
"Lumbokseminung ini merupakan daerah wisata, banyak dikunjungi wisatawan. Semoga dengan dibangunnya jalan ini kujungan wisatawan dapat meningkat, sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.
"Apalagi di Kecamatan Lumbok Seminung ini ada objek wisata Danau Ranau yang dapat dikunjungi wisatawan," cetusnya.
Parosil meminta masyarakat dapat menjaga dan merawat jalan tersebut.
"Manfaatkan sebaik-baiknya dan pelihara jalan penghubung Pekon Sukabanjar - Tawan Suka Mulya ini," harapnya.
"Yang sulit itu menjaga dan merawat, jangan semua jalan ini diserahkan ke pemerintah saja tanpa partisipasi masyarakat," pungkasnya.
Peningkatan infrastruktur mantap, merupakan program poin pertama diantara pitu program yang digalakkan PM. Sehingga terlihat jelas, pembangunan di bidang infrastruktur menjadi salah satu fokus utama PM di masa kepemimpinannya.
Hal itu sejalan dengan visi PM yang berbunyi "mengembangkan wilayah melalui pembangunan infrastruktur secara berkeadilan, dengan memperhatikan aspek penyelenggaraan bencana dan berwawasan lingkungan".
Sementara, hasil pembangunan yang dilakukan PM tersebut menjadi kebahagian tersendiri bagi masyarakat, khususnya masyarakat Kecamatan Lumbok Seminung.
Hal itu diakui warga setempat, Hasnil Basar. Ia mengucapkan terimakasih kepada PM atas pembangunan jalan yang itu.
Hasnil Basar menuturkan, bahwa ia siap mendukung seluruh program Pemkab Lampung Barat di bawah kepemimpinan PM.
Karena ia merasa program-program yang dicanangkan PM berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
"Kami selalu mendoakan bapak Bupati dan Wakil Bupati dapat melanjutkan kepemimpinannya di tahun 2024 mendatang, untuk melanjutkan roda pemerintahan dalam pembangunan di Kabupaten Lampung Barat ini," tutupnya (RNL/ADV)
Festival Sekala Bekhak Masuk Kedalam Kharisma Event Nusantara Kemenparektaf 2022
LAMPUNG BARAT (RO) - Setelah masuknya Festival Sekala Bekhak (FSB) ke dalam 110 event nasional Kharisma Event Nusantara (KEN) yang diluncurkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) pada tahun 2022 ini, Bupati Lampung Barat H. Parosil Mabsus berharap hal itu dapat membangkitkan dunia pariwisata Kabupaten Lampung Barat yang tentu berpengaruh pada tingkat pendapatan khususnya dari sektor pariwisata di Kabupaten Lampung Barat.
Festival Sekala Bekhak merupakan ajang tahunan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Barat yang baru berhasil masuk Kharisma Event Nusantara (Calender Event Nasional) pada tahun 2021 dan di tahun 2022 setelah melalui proses kurasi yang bersaing dengan festival-festival lainnya di Nusantara.
Pada tahun 2022 ini, Kemenparekraf menerima 319 usulan event dari 34 provinsi yang ada di Indonesia. Jumlah ini meningkat 17 event jika dibandingkan dengan even di tahun 2021 yang berjumlah 302 usulan. Kemudian usulan event ini dikurasi pada tahap I dan tahap II.
Pada kurasi tahap pertama, dari 319 tersisa 171 festival. Pada saat kurasi tahap kedua, Pemkab Lampung Barat melalui Dinas Kepemudaan Olah Raga dan Pariwisata menyampaikan presentasi secara langsung terhadap lima orang kurator, masing-masing dari unsur seniman, budayawan, penyelenggara event, akademisi/media dan pemerintah (kemenparekraf) untuk menetapkan 110 event yang akan diselenggarakan dalam KEN sepanjang tahun 2022.
Masuknya Festival Sekala Bekhak dalam Kharisma Event Nusantara karena Festival Skala Bekhak menyajikan seni tradisi asli budaya Lampung Barat.
Konten kegiatan yang ditampilkan adalah seperti gelaran nyambai, gelaran orkes gambus, muayak, bu-gamolan pekhing dan yang paling unik adalah sajian SEKURA, dan SEKURA diminta para dewan kurator untuk menjadi IKON dari Festival Sekala Bekhak karena SEKURA hanya ada di Bumi Sekala Bekhak Lampung Barat, maka Festival Sekala Bekhak harus identik dengan SEKURA.
Kharisma Event Nusantara yang diusung Kemenparekraf adalah program Kemenparekraf pada setiap tahun, yaitu menyatukan event-event daerah untuk bisa dipromosikan dan menjadi bagian dari event Nasional. Sehingga Kemenparekraf akan secara maksimal mempromosikan event-event tersebut baik di nusantara maupun di mancanegara dan tentu akan merekomendasikan kunjungan wisatawan untuk mengunjungi event-event tersebut.
Dari hal itu, tentu Festival Skala Bekhak akan sangat berpangaruh pada tingkat kunjungan wisatawan ke Kabupaten Lampung Barat untuk menyaksikan event Festival Sekala Bekhak.
Sehingga momen tersebut sekaligus menjadi ajang promosi potensi yang dimiliki Kabupaten Lampung Barat, mulai dari destinasi wisata alam, keragaman budaya, potensi kopi robusta dan juga para pelaku ekonomi kreatif dari berbagai sub sektor yang ada di Lampung Barat.
Untuk diketahui, Kharisma Event Nusantara bukan memilih juara, namun memilih event daerah yang layak menjadi sajian event nasional dan ikut diangkat oleh kemenparekraf dari 15 Kabupaten/Kota di Lampung.
Sementara untuk tahun 2022 ini, Provinsi Lampung sendiri hanya menyumbang dua event pada Kharisma Event Nusantara yang diusulkan oleh Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung. Dua event tersebut yakni Festival Skala Bekhak dan Festival Krakatau yang telah masuk menjadi salah satu dari 110 event se-Indonesia.
Masuknya Festival Skala Bekhak di Kharisma Event Nusantara bukan tanpa sebab, karena Festival Skala Bekhak memiliki keunikan tersendiri dan berbeda dengan festival lain yang ada di Nusantara.
Keunikan Festival Skala Bekhak ini dilaksanakan dengan melibatkan secara langsung masyarakat adat asli Lampung Barat yang memiliki 4 kerajaan, yaitu Kerajaan Adat Paksi Pak Skala Brak yang terdiri dari Kepaksian Pernong, Paksi Buay Belunguh, Paksi Buay Bejalan Diway dan Kepaksian Nyerupa yang masing-masing Kepaksian dipimpin oleh seorang Sultan.
Salah satu konten kegiatan yang dipaparkan adalah Hippun Adat Sultan Paksi Pak (Musyawarah Agung Para Sultan Paksi Pak) yang dalam kegiatan ini perangkat keagungan adat dari Kerajaan Adat Lampung Barat. Selanjutnya rangkaian lain yaitu pagelaran seni budaya akan menampilkan sajian seni budaya asli dari kerajaan adat, diantaranya Nyambai, Orkes Gambus, Pesta Budaya Sekura (pesta topeng), Butattah, Bugamoil Pekhing, Tari-Tarian Adat dan lain-lain.
Dengan masuknya Festival Sekala Bekhak di jejeran event Nasional 2 tahun ini, Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus berharap hal itu akan mempercepat kebangkitan pariwisata di bumi beguai jejama sai betik Lampung Barat.
"Masuknya Festival Skala Bekhak di Kharisma Event Nusantara semoga akan bisa cepat membangitkan dunia pariwisata Lampung Barat dengan lonjakan kunjungan wisatawan dan bisa betah beliama-lama di Lampung Barat yang tentu akan berpengaruh pada tingkat pendapatan khususnya dari sektor pariwisata," ucap Parosil.
dalam event Festival Sekala Bekhak senantiasa ditampilkan budaya adiluhung yang merupakan seni budaya tradisi dari Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Bekhak, sungguh merupakan sajian yang menarik ketika dipadukan antara budaya asli dengan keindahan alam yang masih terjaga baik.
Dikarenakan kondisi negeri masih belum sepenuhnya normal dari serangan wabah covid-19, maka penyelenggaraan event festival dalam dua tahun ini akan fokus pada bentuk kegiatan secara hybrid sesuai dengan kondisi saat ini, namun jika memungkinkan pada bulan Juli tahun 2022 ini digelar secara Offline maka akan menyajikan festival secara langsung. (RNL/ADV)
2 November 2021
Tingkatkan Sektor Kebun Raya, Pengelolaan Hutan dan Program PUPR, DPRD Lambar Kunker Ke Jakarta
LAMPUNG BARAT - Berikut ini hasil rapat komisi I, II, dan III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lampung Barat (Lambar).
Beberapa waktu lalu, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lampung Barat (Lambar) mengadakan rapat tingkat Komisi I, II, dan III.
Pembahasan pada rapat tersebut yakni mengenai agenda kunjungan kerja DPRD Lambar.
Kunjungan Kerja Komisi I telah dilaksanakan pada tanggal 05 Oktober s/d 09 Oktober 2021 lalu dengan tujuan ke Direktorat Rencana Penggunaan dan Pembentukan wilayah dan Pengelolaan Hutan.
Maksud dan tujuan dilaksanakan Kunjungan Kerja Komisi I DPRD Kabupaten Lampung Barat adalah dalam rangka konsultasi dan Koordinasi terkait Direktorat Rencana Penggunaan dan Pembentukan wilayah danPengelolaan Hutan.
Adapun hasil Kunjungan kerja Komisi I DPRD kabupaten Lampung Barat dalam rangka Konsultasi dan Koordinasi terkait Direktorat Rencana penggunaan dan Pembentukan wilayah dan Pengelolaan Hutan di Jakarta adalah sebagai berikut:
- Masalah Perizinan Pertambangan galian C Perizinannya cukup dilaksanakan di Provinsi
- Air Pam untuk kepentingan Masyarakat yang sumbernya ada dikawasan hutan mengenai perizinan dan hak pakai juga cukup dari Provinsi
- PLTA yang penggarapannya berada di hutan kawasan mengenai surat perizinannya dari Provinsi
- Peningkatan jalan yang ada di kawasan hutan yang sudah ada bukan membuat jalan menggunakan izin dari Provinsi.
Di sisi lain, Komisi II mengadakan kunjungan Kerja yang dilaksanakan pada tanggal 05 Oktober s/d 09 Oktober 2021 lalu dalam rangka konsultasi dan koordinasi terkait dengan kementerian PUPR di Jakarta.
Kesimpulan rapat komisi II DPRD Lambar yang bertempat di Kementerian PUPR Jakarta tersebut adalah agar Pemerintah Kabupaten Lambar bisa mengetahui program apa saja dari Kementrian PUPR yang dilaksanakan kegiatannya di Kabupaten Lampung Barat.
Dengan adanya rapat tersebut, diharapkan dapat berdampak atas kelancaran pelaksanaan program atau kegiatan yang akan dilaksanakan di Kabupaten Lampung Barat mendatang.
Sementara itu, Komisi III DPRD Lambar mengadakan kunjungan Kerja dari tanggal 05 Oktober s/d 09 Oktober 2021 dengan tujuan Ke Ibu Kota Jakarta.
Kunjungan Kerja Komisi III DPRD Lambar tersebut adalah dalam rangka Konsultasi masalah Peningkatan Fungsi Utama Kebun Raya dan pemanfaatannya bagi Peningkatan Ekonomi Masyarakat.
Sesuai dengan tujuan Kunjungan Kerja Komisi III DPRD Kabupaten Lampung Barat yang ingin membahas mengenai Peningkatan Fungsi Utama Kebun Raya dan Pemanfaatannya bagi Peningkatan Ekonomi Masyarakat.
Rombongan Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Lampung Barat disambut oleh Ibu Kandi Istriningsih, S.Si., M.Si selaku Analis Kebijakan Pemda.
Kebun Raya dikenal sebagai kawasan konservasi ex situ tumbuhan yang telah berrtahan hingga ratusan tahun dan terbukti berhasil menjaga kelestarian tumbuhan di seluruh dunia.
Kebun Raya Indonesia (KRI) dikembangkan berdasarkan pendekatan kondisi ekoregion yang mencerminkan keragaman ekosistem dan habitat berbagai jenis tumbuhan di Indonesia.
Beragam jenis tumbuhan yang ada di Indonesia tumbuh dan berkembang pada erbagai tipe habitat yang spesifik.
Pemerintah menyadari bahwa keberadaan kebun raya sangat penting sebagai pusat konservasi tumbuhan, untuk itu keberadaan kebun raya daerah (KRD) terutama kebun raya liwa diharapkan dapat memicu munculnya kebun raya baru di setiap daerah di Indonesia.
Keberadaan kebun raya sangat penting terkait fungsi utamanya yaitu konservasi, penelitian, pendidikan, wisata, dan jasa lingkungan.
Namun sejauh ini pembangunan kebun raya daerah belum memberi dampak banyak manfaat bagi ekonomi masyarakat, dan diharapkan setelah pertemuan ini akan dapat dijadikan acuan agar kedepannya Kebun Raya Liwa (KRL) dapat bermanfaat leibi banyak lagi bagi masyarakat Lambar. (ADV)
5 Agustus 2021
Puluhan Destinasi Wisata di Lampung Barat, Jadi Daya Tarik Wisatawan
RETORIKAONLINE (LAMPUNG BARAT) - Kabupaten Lampung Barat adalah salah satu Kabupaten paling ujung di Provinsi Lampung yang berbatasan langsung dengan Provinsi Sumatera Selatan.
Selain terkenal dengan keunggulan potensi dibidang pertanian seperti kopi, Kabupaten Lampung Barat memiliki potensi keunggulan dibidang pariwisata.
Tercatat sampai dengan tahun 2021, Kabupaten Lampung Barat (Lambar) telah memiliki 77 destinasi wisata yang terdiri dari wisata religi, budaya, danau, alam, sejarah, agrowisata, budaya dan cagar alam.
77 destinasi pariwisata tersebut tersebar di 15 Kecamatan yang ada di Lambar, dan 35 dari 77 pariwisata tersebut telah dikelola oleh masyarakat.
Dari banyaknya kekayaan potensi wisata yang dimiliki Lampung Barat, banyak wisatawan menjadikan Kabupaten Lambar sebagai pilihan untuk berwisata.
Dapat dilihat mulai dari tahun 2018 jumlah wisatawan yang berkunjung ke Lampung Barat mencapai 17 ribu wisatawan, sementara tahun 2019 kunjungan wisatawan meningkat cukup signifikan yang mancapai hingga 600 persen, menjadi 110 ribu pengunjung.
Selanjutnya di tahun 2020, meskipun sedang terjadi Pandemi Covid-19, hal itu tak menyurutkan kunjungan wisatawan ke Lampung Barat, kunjungan wisatawan itu kembali meningkat hingga 65 persen.
Hal itu tentunya tak terlepas dari potensi destinasi pariwisata yang dimiliki oleh kabupaten terujung Provinsi Lampung ini. Selain nuansa yang jauh dari keramaian dan didukung alamnya yang sejuk nan segar, suasana Kabupaten Lampung Barat juga masih bernuansa pedesaan.
Salah satu faktor meningkatnya kunjungan wisatawan tersebut ialah karena adanya promosi dari masyarakat itu sendiri yang suka berswafoto di tempat-tempat wisata yang instagramable dan kemudian mengunggahnya di media sosial.
Saat ini destinasi wisata yang sedang dikembangkan sebanyak 20 Desa Wisata dan telah dikelola oleh masyarakat melalui Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang dibina oleh Dinas Kepemudaan, Olah Raga dan Pariwisata Lampung Barat, hal itu ditujukan untuk membantu pengembangan wisata yang kedepannya dapat diharapkan dapat menunjang kesejahteraan masyarakat.
Dengan demikian, diharapkan Desa Wisata yang telah dikelola tersebut menjadi kebangkitan pariwisata baru dan akan lebih memiliki daya tarik bagi wisatawan, mengingat Desa Wisata yang ada di Lambar memiliki keindahan begitu mempesona bagi pengunjung.
Selain itu, Kabupaten Lampung Barat memiliki 10 destinasi prioritas, yakni pertama Kebun Raya Liwa yang berhadapan langsung dengan Rumah Dinas Bupati di Lampung Barat.
Kemudian wisata Suoh yang merupakan destinasi wisata berbasis geologi, tahun 1930 terjadi letusan Gunung Ratu yang menghabiskan satu kawasan. Kemudian muncul tiga buah danau serta dua kawah, yakni kawah keramikan dan nirwana yang hanya ada satu-satunya di Indonesia.
Selanjutnya dalam merepresentasikan Kabupaten Lampung Barat sebagai Kabupaten penghasil kopi dan merupakan percontohan perkebunan terbaik di Indonesia, Lampung Barat juga memiliki kawasan agrowisata yang disebut sebagai Kampung Kopi Rigis Jaya.
Kampung Kopi Rigis Jaya merupakan lokasi yang ditetapkan sebagai Desa Wisata pertama kalinya, di sana seluruh masyarakatnya adalah petani kopi, sehingga para wisatawan bisa langsung belajar mengenai kopi.
Bicara mengenai belajar kopi, Bupati Lampung Barat telah mendirikan sekolah kopi yang merupakan sekolah informal, di sekolah kopi tersebut petani maupun wisatawan juga bisa belajar tentang kopi.
Kemudian Lampung Barat juga mempunyai Danau Ranau yang memiliki banyak sekali potensi wisata, diantaranya adalah sport tourism dan pendakian, untuk pendakian tersebut ada gunung seminung yang diminati pendaki, selanjutnya tersedia kuliner yang menjual ikan nila yang diambil langsung dari Danau Ranau
Selain itu ada wisata sejarah, yakni legenda si pahit lidah, di sana ada jejak makamnya, kemudian Ada juga Hotel Seminung Lumbok Resort dan berapa home stay.
Tak hanya itu, Lampung Barat dikenal sebagai negeri di atas awan, di pagi hari, di Lampung Barat terdapat pemandangan kabut yang menyejukkan, dan di Lampung Barat juga ada peninggalan situs megalitikum.
Terakhir ada wisata budaya yang merupakan asal usul masyarakat Lampung, di sana terdapat empat kepaksian, yakni Kepaksian Pernong dan Kepaksian Bejalan di Way bertempat di Kecamatan Batu Brak, kemudian Kepaksian Belunguh bertempat di Kecamatan Belalu dan terkahit Kepaksian Buay Nyerupa yang berada di Kecamatan Sukau. (ADV)