Lampung Selatan

View AllLampung Barat

Berita Terbaru

29 Maret 2026

Heboh UU HKPD, Pemkab Lampung Selatan Tegaskan Tak Ada PHK Massal PPPK

Heboh UU HKPD, Pemkab Lampung Selatan Tegaskan Tak Ada PHK Massal PPPK


Lampung Selatan - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan menegaskan tidak ada kebijakan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal terhadap Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), menyusul kekhawatiran yang berkembang akibat penerapan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah (UU HKPD).

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Lampung Selatan, Rini Ariasih, meminta para pegawai tetap tenang dan tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi.

Menurut Rini, isu tersebut mencuat seiring adanya ketentuan pembatasan belanja pegawai maksimal 30 persen dalam UU HKPD. Namun, ia menegaskan bahwa kebijakan itu perlu dipahami secara utuh dalam konteks pengelolaan fiskal daerah.

“Pembatasan belanja pegawai merupakan bagian dari upaya menjaga kesehatan fiskal daerah, bukan kebijakan yang secara langsung mengarah pada pengurangan tenaga kerja, termasuk PPPK paruh waktu,” ujar Rini dalam keterangannya, Minggu (29/3/2026).

Ia menjelaskan, setiap kebijakan terkait kelanjutan kontrak PPPK tidak dilakukan secara sepihak. Evaluasi dilakukan secara objektif dengan mempertimbangkan kinerja pegawai, kebutuhan organisasi, serta kemampuan keuangan daerah.

Dalam praktik penganggaran, Pemkab Lampung Selatan juga memastikan skema pembiayaan gaji telah disusun sesuai regulasi. 

Gaji CPNS dan PPPK penuh waktu dialokasikan dalam belanja pegawai, sedangkan PPPK paruh waktu masuk dalam belanja barang dan jasa.

Rini menambahkan, mengacu pada regulasi Kementerian Dalam Negeri, penganggaran PPPK paruh waktu tidak termasuk dalam komponen belanja pegawai. 

Skema ini dinilai memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan APBD, sehingga tidak terdampak langsung oleh batas maksimal belanja pegawai.

Di sisi lain, kebutuhan aparatur sipil negara (ASN) di Lampung Selatan tetap mengalami penyesuaian, terutama karena adanya pegawai yang memasuki masa pensiun.

“Pengisian kebutuhan ASN tetap dilakukan melalui mekanisme pengadaan, baik CPNS maupun PPPK, termasuk PPPK paruh waktu, berdasarkan hasil analisis beban kerja guna mendukung pelaksanaan tugas pemerintahan dan pelayanan publik,” jelasnya.

Sebagai langkah antisipatif, Pemkab Lampung Selatan mengimbau seluruh PPPK untuk terus menjaga etos kerja, meningkatkan kinerja, serta mengembangkan kompetensi secara berkelanjutan.

Pemerintah daerah juga menegaskan komitmennya menjaga keseimbangan fiskal tanpa mengganggu kualitas pelayanan publik, serta terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dalam merumuskan kebijakan teknis pengelolaan ASN.

“Seluruh PPPK diimbau tetap tenang, tidak terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, dan tetap menjalankan tugas secara profesional,” tegas Rini.

Pemkab memastikan setiap kebijakan akan dijalankan secara hati-hati, terukur, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (Kmf)

25 Maret 2026

Nanda Indira Pastikan Kemanan Arus Lalu Lintas dan Keamanan Wisatawan Saat Lebaran 2026

Nanda Indira Pastikan Kemanan Arus Lalu Lintas dan Keamanan Wisatawan Saat Lebaran 2026


Pesawaran - Dalam rangka memastikan kelancaran arus lalu lintas serta kenyamanan dan keamanan wisatawan selama masa libur Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Bupati Pesawaran Hj. Nanda Indira B., S.E., M.M. melakukan peninjauan langsung ke sejumlah titik destinasi liburan di wilayah pesisir Kabupaten Pesawaran, Rabu (25/3/2026).

Peninjauan difokuskan di Pos Pengamanan Simpang Mutun Dalam dan Pos Pengamanan Simpang Mutun, Kecamatan Teluk Pandan. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mengoptimalkan pelayanan publik, khususnya pada momentum peningkatan mobilitas masyarakat selama libur Lebaran.

Dalam kegiatan tersebut, Bupati didampingi oleh jajaran pejabat terkait, di antaranya jajaran Forkopimda, Asisten Pemerintahan dan Kesra, Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Kepala BPBD, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Kominfotiksan, Plt. Kasat Pol PP, Plt. Kepala Dinas Perhubungan, Plt. Kepala Dinas Pariwisata, camat Teluk Pandan, serta sejumlah kepala perangkat daerah lainnya.

Bupati Nanda Indira menyampaikan bahwa peninjauan ini bertujuan untuk memastikan kesiapsiagaan seluruh unsur terkait dalam menghadapi lonjakan wisatawan serta menjamin kelancaran arus lalu lintas di kawasan destinasi wisata unggulan.

“Momentum libur Lebaran selalu diiringi dengan peningkatan jumlah pengunjung, khususnya di kawasan pesisir. Oleh karena itu, kami ingin memastikan seluruh personel dan fasilitas pendukung telah siap, baik dari sisi pengamanan, kesehatan, maupun kelancaran transportasi,” ujar Bupati.

Selain itu, Bupati juga mengimbau kepada masyarakat dan wisatawan untuk tetap menjaga ketertiban, keselamatan, serta kebersihan lingkungan selama berwisata di Kabupaten Pesawaran.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Pesawaran, Hendra Sulistianto, menyampaikan bahwa berdasarkan data pemantauan hingga 23 Maret 2026, terjadi peningkatan signifikan jumlah kunjungan wisatawan dibandingkan tahun sebelumnya.

Total pengunjung pada hari ketiga Lebaran mencapai 9.844 orang. Destinasi wisata yang paling diminati antara lain Pantai Mutun MS Town dengan 1.720 pengunjung, Pantai Klara 2 sebanyak 1.365 pengunjung, Pantai Klara 1 sebanyak 1.240 pengunjung, dan Pantai Ketapang Bahari sebanyak 1.035 pengunjung.

Dari sisi volume kendaraan, tercatat sebanyak 992 unit sepeda motor, 1.469 unit mobil, 16 unit bus, serta 11 unit kendaraan pick up dan truk memasuki kawasan wisata Pesawaran. Sementara itu, aktivitas di Dermaga Ketapang yang meliputi dermaga 1 hingga 4 mencatat total 2.232 pengunjung.

Secara kumulatif, jumlah kunjungan wisatawan selama tiga hari pertama libur Lebaran, yakni sejak 21 hingga 23 Maret 2026, mencapai 23.132 orang dengan total kendaraan sebanyak 5.846 unit. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 24 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025.

“Pemerintah Kabupaten Pesawaran terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan pengelolaan destinasi wisata, sehingga mampu memberikan pengalaman yang aman, nyaman, dan berkesan bagi seluruh pengunjung,” ujarnya.( Red )

21 Maret 2026

Tanpa Sekat di Hari Raya, Egi-Zita Salami Warga Satu per Satu di Lamban Rakyat

Tanpa Sekat di Hari Raya, Egi-Zita Salami Warga Satu per Satu di Lamban Rakyat


Lampung Selatan - Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terasa di Lamban Rakyat, Kalianda, Sabtu (21/3/2026). Ribuan masyarakat dari berbagai penjuru Kabupaten Lampung Selatan memadati lokasi untuk mengikuti halalbihalal bersama pemerintah daerah dalam rangka Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.


Di balik ramainya acara, ada satu hal yang paling membekas, kedekatan tanpa jarak antara pemimpin dan masyarakat. Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, bersama sang istri, Zita Anjani, tampak membaur di tengah warga. 


Keduanya menyapa, tersenyum, dan menyalami masyarakat satu per satu, menciptakan suasana akrab yang jarang ditemui dalam agenda formal pemerintahan.


Kesederhanaan justru menjadi kekuatan dalam kegiatan ini. Tanpa panggung megah maupun pembatas, masyarakat dapat berinteraksi langsung dengan pemimpinnya. Momentum tersebut seakan menghapus sekat antara pemerintah dan rakyat, menjadikan halalbihalal sebagai ruang pertemuan yang hangat dan penuh makna.


Sejak pagi, antusiasme warga sudah terlihat. Mereka datang bersama keluarga, bahkan rela mengantre demi bisa bersalaman dan berbincang langsung dengan Bupati Radityo Egi Pratama, Wakil Bupati M. Syaiful Anwar, serta jajaran pemerintah daerah.


Aisyah, warga Desa Kedaton, Kecamatan Kalianda, mengaku momen ini selalu dinantikan setiap Lebaran.


“Senang sekali, ini sudah yang kedua kalinya Lebaran ke Lamban Rakyat. Bisa halalbihalal langsung dengan Pak Bupati. Semoga beliau dan jajaran selalu sehat, berkah, dan dapat membangun Lampung Selatan lebih baik lagi,” ujarnya dengan wajah semringah.


Hal serupa disampaikan Iis Miyati, warga Desa Banding, Kecamatan Rajabasa, yang datang bersama anaknya. Menurutnya, kehadiran langsung pemimpin daerah di tengah masyarakat menjadi kebahagiaan tersendiri.


“Alhamdulillah, senang sekali bisa bertemu Pak Bupati, Bu Zita, dan pejabat lainnya. Harapannya, acara seperti ini terus ada setiap tahun,” ungkapnya.


Di tengah suasana penuh kehangatan itu, Bupati Egi menegaskan bahwa halalbihalal bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat hubungan emosional antara pemerintah dan masyarakat.


“Melalui momen ini, kita perkuat silaturahmi dan kebersamaan. Insyaallah, dengan kebersamaan, kita bisa membangun Lampung Selatan lebih maju,” ujarnya singkat.


Lebih dari sekadar agenda seremonial, kegiatan ini menjadi simbol kedekatan, ruang interaksi, sekaligus pengingat bahwa kepemimpinan bukan hanya tentang kebijakan, tetapi juga tentang kehadiran dan empati.


Dengan nuansa hangat dan penuh kekeluargaan, halalbihalal di Lamban Rakyat tahun ini meninggalkan kesan mendalam, di Lampung Selatan, pemimpin dan rakyat dapat berdiri sejajar, saling menyapa, dan bersama-sama menatap masa depan dengan optimisme. (Kmf)

Halal bihalal di Lamban Rakyat Jadi Berkah UMKM, Dagangan Ludes Diborong dan Dibagikan Gratis

Halal bihalal di Lamban Rakyat Jadi Berkah UMKM, Dagangan Ludes Diborong dan Dibagikan Gratis


Lampung Selatan - Kegiatan halalbihalal yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan di Lamban Rakyat, Sabtu (21/6/2026), tak hanya menghadirkan suasana silaturahmi, tetapi juga membawa dampak ekonomi langsung bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).


Dalam kegiatan itu, dagangan pelaku UMKM ludes setelah diborong oleh Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, untuk kemudian dibagikan secara gratis kepada masyarakat.


Momentum ini menjadi lebih dari sekadar perayaan Lebaran. Di balik kebersamaan yang terjalin, terbuka peluang peningkatan pendapatan bagi pelaku usaha kecil yang ikut berpartisipasi.


Dampaknya pun terasa seketika. Para pedagang tidak perlu menunggu lama untuk menjual dagangan mereka. Bahkan, sebelum sore hari, hampir seluruh lapak telah habis terjual.


Kiki, penjual pempek, mengaku dagangannya ludes dalam waktu singkat. Ia menyebut kondisi ini sangat berbeda dibanding hari biasa.


“Biasanya bisa habis berhari-hari, tapi hari ini langsung habis. Sangat membantu kami,” ujarnya.


Hal serupa disampaikan Mama Omam, penjual siomay. Ia mengatakan seluruh dagangannya terjual jauh lebih cepat karena diborong dalam kegiatan tersebut.


“Biasanya sampai sore, ini cepat sekali habis. Terima kasih Pak Egi,” katanya.


Sementara itu, Saleh, penjual pecel, menilai kegiatan tersebut memberikan dampak nyata bagi pelaku usaha kecil. Ia mengapresiasi kesempatan yang diberikan pemerintah daerah, tidak hanya untuk berjualan tanpa biaya, tetapi juga adanya kepastian dagangan terjual.


Kegiatan halalbihalal ini menjadi bukti bahwa program pemerintah daerah dapat dirancang memberi manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya sektor UMKM. Tidak hanya mempererat silaturahmi di momen Lebaran, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi rakyat secara konkret.


Langkah yang dilakukan Bupati Lampung Selatan tersebut sekaligus mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam memberdayakan UMKM. Kebersamaan yang terbangun pun tidak berhenti pada seremoni, melainkan hadir dalam bentuk aksi nyata yang manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat luas. (Kmf)

18 Maret 2026

Hadapi Arus Mudik Lebaran 2026, Pemkab Pesawaran Pastikan Kesiapan Pos Pengamanan

Hadapi Arus Mudik Lebaran 2026, Pemkab Pesawaran Pastikan Kesiapan Pos Pengamanan


Pesawaran - Pemerintah Kabupaten Pesawaran memastikan kesiapan pos pengamanan (Pospam) dalam menghadapi arus mudik Idul Fitri 1446 Hijriah. Bupati Pesawaran, Nanda Indira, turun langsung meninjau sejumlah titik strategis pada Rabu (18/3/2026).

Peninjauan dilakukan di Pos Pengamanan Simpang Tugu Keris dan Pos Pengamanan Exit Tol Batang Hari Ogan, Kecamatan Tegineneng. Kegiatan ini bertujuan memastikan kesiapan personel serta kelengkapan sarana pendukung dalam menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati menekankan pentingnya sinergi antarinstansi guna menjaga kelancaran lalu lintas dan keamanan perjalanan pemudik. Ia menyebut, pos pengamanan tidak hanya berfungsi sebagai titik pengaturan arus kendaraan, tetapi juga sebagai tempat istirahat sementara bagi pemudik.

“Pos pengamanan juga dilengkapi fasilitas untuk beristirahat, sehingga pemudik dapat melanjutkan perjalanan dengan kondisi yang lebih aman,” ujarnya.

Bupati hadir bersama Sekretaris Daerah Wildan, Kapolres Pesawaran, serta jajaran pejabat daerah dan unsur TNI-Polri.

Ia turut mengapresiasi petugas gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Dinas Perhubungan, Satpol PP, dan Dinas Kesehatan yang bertugas di lapangan.

Selain itu, Bupati mengimbau masyarakat untuk mengutamakan keselamatan selama perjalanan mudik. Pemudik yang merasa lelah diminta untuk beristirahat dan memanfaatkan fasilitas pos pengamanan yang tersedia.

Sementara itu, Polres Pesawaran juga menyiapkan sejumlah Pospam lain, di antaranya di kawasan Tugu Pengantin, Pantai Mutun, Simpang Tiga Mutun, Ketapang, dan Tugu Cokelat.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Pesawaran, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi. Semoga arus mudik dan balik Idul Fitri tahun ini berjalan aman, lancar, dan kondusif,” kata Bupati. (Red)