Lampung Selatan

View AllLampung Barat

Berita Terbaru

28 November 2025

Pemkab Lampung Selatan Gelar Pisah Sambut Kepala Kantor Pertanahan, Bupati Egi Tekankan Transformasi Layanan Agraria

Pemkab Lampung Selatan Gelar Pisah Sambut Kepala Kantor Pertanahan, Bupati Egi Tekankan Transformasi Layanan Agraria


Kalianda
 - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan menggelar acara pisah sambut Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Lampung Selatan di lobi kantor bupati, Kamis malam (27/11/2025). 

Momen ini menandai berakhirnya masa tugas Dr. Seto Apriyadi, S.ST., M.H. dan sekaligus menyambut pejabat baru, Rizal Rasyuddin, S.SiT., M.M., QRMP.

Acara tersebut dihadiri Wakil Bupati Lampung Selatan M. Syaiful Anwar, jajaran Forkopimda, pimpinan instansi vertikal, Sekretaris Daerah, tokoh adat Sai Batin Lima Marga, serta perwakilan BUMD dan perbankan.

Dalam sambutannya, Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama menyampaikan apresiasi atas kinerja Seto Apriyadi yang telah memimpin Kantor Pertanahan Kabupaten Lampung Selatan sejak Juni 2023. Ia menilai, meski masa pengabdian tidak panjang, peningkatan pelayanan pertanahan berjalan signifikan.

Bupati Egi menegaskan bahwa urusan pertanahan bukan sekadar berkas administrasi. 

“Pertanahan adalah investasi, ruang hidup masyarakat, masa depan daerah, dan kepastian hukum. Malam ini bukan hanya pergantian jabatan, tetapi perpindahan estafet amanah,” ujarnya.


Pada kesempatan yang sama, Bupati Egi menyambut kedatangan Kepala Kantor Pertanahan yang baru, Rizal Rasyuddin, yang dikenal memiliki gaya kerja tegas, detail, dan adaptif terhadap digitalisasi layanan. 

Ia juga menyelipkan humor ringan yang disambut tawa undangan. “Kalau mengurus berkas tanah, tolong lengkapkan syaratnya dulu. Jangan hanya lengkap doanya saja,” selorohnya.

Selain seremoni pergantian pejabat, acara ini juga menjadi ajang penegasan komitmen Pemkab Lampung Selatan dalam menghadapi berbagai tantangan pertanahan. Mulai dari percepatan PTSL, kepastian aset daerah, digitalisasi layanan, hingga penyelesaian konflik agraria.

Acara ditutup dengan penyerahan cendera mata dari jajaran pemerintah daerah, Forkopimda, dan instansi terkait kepada Dr. Seto Apriyadi, S.ST., M.H., yang selanjutnya bertugas di Kantor Pertanahan Kota Tangerang Selatan.

Pemkab Lampung Selatan berharap pergantian kepemimpinan ini menjadi awal baru menuju layanan pertanahan yang lebih akuntabel, modern, dan berdampak bagi masyarakat. (Gil)

BPS Serahkan Publikasi Potret Kemiskinan, Pemkab Lampung Selatan Siap Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

BPS Serahkan Publikasi Potret Kemiskinan, Pemkab Lampung Selatan Siap Sukseskan Sensus Ekonomi 2026


Kalianda
 - Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung Selatan menyerahkan secara simbolis Publikasi Potret Kemiskinan Kabupaten Lampung Selatan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan sebagai bagian dari Kampanye Publik Sensus Ekonomi 2026 (SE2026). 

Penyerahan berlangsung di pelataran Gedung Olahraga Way Handak Kalianda saat kegiatan senam rutin bersama BPS dan jajaran Pemkab Lampung Selatan, Jumat (28/11/2025), yang turut dihadiri Kepala BPS Provinsi Lampung, Ahmadriswan Nasution.

Kegiatan tersebut menjadi strategi BPS dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya SE2026, yang akan menjadi pendataan ekonomi terbesar di Indonesia dan dilaksanakan tahun depan.

Kepala BPS Provinsi Lampung, Ahmadriswan Nasution, menegaskan bahwa keberhasilan SE2026 membutuhkan dukungan luas berbagai elemen. 

“Sensus Ekonomi 2026 akan memberikan potret menyeluruh mengenai kondisi perekonomian nasional, mulai usaha besar, menengah, kecil, hingga mikro. Kesuksesan ini tidak bisa hanya mengandalkan BPS, tetapi memerlukan dukungan semua pihak,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kolaborasi menjadi kunci utama. “BPS akan mati gaya bila tidak mendapat dukungan banyak pihak. Karena itu kami sangat menghargai kehadiran dan kolaborasi dalam kegiatan hari ini,” tambahnya.

Ahmadriswan juga menyebut Lampung Selatan sebagai lokasi ketiga pelaksanaan senam publisitas SE2026 setelah Lampung Tengah dan Kota Metro.


Mewakili Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama, Plt Asisten Administrasi Umum Edy Firnandi menyampaikan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung penuh penyelenggaraan SE2026. 

Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang menjaga kebugaran, namun juga sarana memperkuat dukungan publik terhadap pendataan ekonomi nasional.

“Data yang lengkap dan akurat akan membantu pemerintah merancang kebijakan yang lebih tepat sasaran, baik untuk penguatan UMKM, peningkatan investasi, maupun penciptaan lapangan kerja baru,” jelas Edy.

Ia menegaskan bahwa keamanan data masyarakat terjamin sepenuhnya. “Hasil sensus dipublikasikan dalam bentuk angka agregat, sehingga identitas pelaku usaha tetap terlindungi,” tegasnya.

Edy juga mengajak seluruh masyarakat dan pelaku usaha di Lampung Selatan turut berpartisipasi. “SE2026 bukan hanya sensus, tetapi inisiatif bersama untuk pertumbuhan ekonomi. Mari berpartisipasi dan memberikan dukungan penuh bagi masa depan ekonomi Lampung Selatan,” ujarnya.

Kegiatan ditutup dengan senam sehat bersama sebagai simbol sinergi antara BPS dan Pemkab Lampung Selatan dalam menyukseskan Sensus Ekonomi 2026. (Nsy)

TP PKK Muara Enim Studi Banding ke Lampung Selatan, Perkuat Kolaborasi dan Inovasi Program Keluarga

TP PKK Muara Enim Studi Banding ke Lampung Selatan, Perkuat Kolaborasi dan Inovasi Program Keluarga


Kalianda
 - Suasana hangat menyambut rombongan Tim Penggerak Pemberdyaan Kesejahteran Keluarga (TP PKK) Kabupaten Muara Enim saat melakukan studi banding ke Kabupaten Lampung Selatan, Jumat (28/11/2025). 

Kunjungan tersebut menjadi ajang berbagi pengalaman sekaligus memperkuat kolaborasi antarorganisasi pemberdayaan perempuan di dua daerah.

Rombongan TP PKK Muara Enim yang dipimpin Ketua TP PKK, Heni Pertiwi Edison, disambut langsung Wakil Ketua TP PKK Lampung Selatan, Reni Apriyani, bersama Ketua DWP Lampung Selatan Ratna Yanuana Supriyanto, beserta jajaran pengurus TP PKK Lampung Selatan di Aula Krakatau, Kantor Bupati Lampung Selatan.

Dalam sambutannya, Reni Apriyani, mewakili Ketua TP PKK Lampung Selatan, Zita Anjani, menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut dan menyebutnya sebagai kesempatan berharga untuk memperkuat gerakan PKK di kedua daerah.

“Kami merasa terhormat sekaligus berbahagia bisa menyambut ibu-ibu hebat dari Muara Enim. Studi banding ini penting, bukan hanya untuk melihat program daerah lain, tetapi juga bertukar gagasan, inovasi, dan praktik terbaik,” ujar Reni.


Ia menjelaskan, Lampung Selatan terus mendorong sejumlah inovasi, mulai dari pengembangan ekonomi keluarga berbasis UMKM, penguatan kapasitas kader melalui pelatihan digital, peningkatan gizi anak, hingga ruang kreatif bagi perempuan inovator desa. 

Menurutnya, transformasi sistem kerja PKK Kabupaten Lampung Selatan juga dilakukan agar seluruh program berjalan lebih terukur dan efektif.

“Kami berharap apa yang kami lakukan dapat memberi gambaran tambahan bagi ibu-ibu sekalian, sebagaimana kami pun siap belajar dari praktik terbaik yang diterapkan di Kabupaten Muara Enim,” kata Reni.

Reni menegaskan bahwa kunjungan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk komitmen bersama untuk terus belajar dan tumbuh sebagai organisasi pemberdayaan keluarga.

“Masa depan keluarga Indonesia ada di tangan perempuan-perempuan yang kuat, cerdas, dan penuh empati. Karena itu, pertemuan ini harus menjadi langkah nyata untuk memperluas jaringan dan membangun kerja sama,” tuturnya.


Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Muara Enim, Heni Pertiwi Edison, menyampaikan bahwa kunjungannya bertujuan mempelajari langsung pelaksanaan 10 program pokok PKK di Lampung Selatan, yang dinilai berhasil dan dapat menjadi contoh bagi pengembangan program di Muara Enim.

“Kami ingin menduplikasi pengalaman baik dari Lampung Selatan. Pengetahuan dan praktik yang kami pelajari di sini sangat berharga untuk meningkatkan kualitas program PKK di daerah kami,” ujar Heni.

Heni turut menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan pihak Lampung Selatan. Ia berharap pertemuan itu menjadi awal kolaborasi yang berkelanjutan antar kedua daerah.

“Kami sangat mengapresiasi keberhasilan TP PKK Lampung Selatan. Kami yakin dapat belajar banyak dari pengalaman ini,” tambahnya.

Kegiatan studi banding tersebut diakhiri dengan pertukaran cendera mata, diskusi program, pemaparan materi, dan rencana tindak lanjut kerja sama antardaerah sebagai upaya memperkuat peran PKK dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga. (dul)


Pemkab Lampung Selatan Mantapkan Integrasi SPBE untuk Percepatan Transformasi Digital

Pemkab Lampung Selatan Mantapkan Integrasi SPBE untuk Percepatan Transformasi Digital


Kalianda
 - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menggelar Forum Group Discussion (FGD) Review Arsitektur Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dan Penyusunan Arsitektur Data di Aula Rajabasa, Kantor Bupati Lampung Selatan, Jumat (28/11/2025).

Kegiatan ini digelar untuk mengevaluasi kesesuaian arsitektur SPBE dengan kondisi aktual di pemerintah daerah, sekaligus memastikan penerapan empat prinsip Satu Data Indonesia, yaitu standar data, metadata, interoperabilitas data, serta kode referensi dan data induk. 

FGD diikuti jajaran pejabat administrator Dinas Kominfo Kabupaten Lampung Selatan dan perwakilan perangkat daerah yang terlibat dalam implementasi SPBE.


Kepala Bidang Tata Kelola SPBE Dinas Kominfo Lampung Selatan, Delfarizy, menjelaskan bahwa forum tersebut menjadi ruang identifikasi kebutuhan integrasi layanan, perbaikan, dan rencana pengembangan sistem.

Delfarizy juga menambahkan bahwa output utama kegiatan ini meliputi tersusunnya dokumentasi evaluasi arsitektur SPBE dan arsitektur data saat ini, rekomendasi pengembangan sistem, serta roadmap tindak lanjut yang terstruktur. 

"Kegiatan ini diharapkan dapat menghasilkan kesepakatan dan komitmen dari seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat integrasi sistem, keamanan, dan efisiensi layanan SPBE di Lampung Selatan," tambahnya.


Sementara itu, Staf Ahli Bupati Bidang Keuangan, Achmad Herry, menegaskan bahwa birokrasi tidak lagi boleh berjalan lambat, manual, atau terkotak-kotak. Ia menekankan pentingnya SPBE sebagai blueprint penyatuan sistem pemerintahan daerah.

“SPBE bukan sekadar memasukkan data ke komputer. Ini tentang memberikan layanan terpadu dan kemampuan pemerintah mengambil keputusan secara real time,” tegasnya.

Achmad Herry juga menyampaikan tiga fokus utama Pemkab Lampung Selatan ke depan, yakni integrasi total sistem data, efisiensi anggaran terutama menghindari pembelian aplikasi yang berulang, serta peningkatan indeks SPBE. 

Pada 2024, indeks SPBE Lampung Selatan berada di angka 3,08 dengan predikat baik dan menempati posisi ke-7 dari 15 kabupaten/kota se-Provinsi Lampung.

“Capaian ini patut diapresiasi, tetapi harus menjadi pemacu untuk mencapai hasil lebih baik. Target kita bukan hanya tetap baik, tapi menjadi yang terbaik di Provinsi Lampung,” tambahnya.

Melalui FGD ini, Pemkab Lampung Selatan berharap percepatan transformasi digital dapat semakin optimal dan terarah guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, efisien, dan terintegrasi. (ptm)

27 November 2025

Bupati Egi Ultimatum SMPN 1 Rajabasa Bereskan Fasilitas Sekolah dalam Sepekan

Bupati Egi Ultimatum SMPN 1 Rajabasa Bereskan Fasilitas Sekolah dalam Sepekan


Rajabasa
 - Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama mengeluarkan instruksi tegas saat meninjau SMP Negeri 1 Rajabasa di Desa Kunjir, Kecamatan Rajabasa, Kamis (27/11/2025). 

Ia memberi batas waktu satu minggu kepada pihak sekolah untuk memperbaiki fasilitas yang dinilai bermasalah, termasuk jendela pecah dan area yang tidak tertata rapi.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Egi didampingi Kepala Dinas PMD, Camat Rajabasa, serta para kepala desa di wilayah setempat. Ia meninjau dua ruang kelas baru yang direncanakan menjadi ruang belajar Kelas VII. 

Bupati Egi meminta pihak sekolah memastikan seluruh sarana pendukung siap berfungsi optimal. “SMPN 1 Rajabasa punya potensi unggul karena lingkungan sekolahnya indah. Tidak semua sekolah memiliki view sebagus ini,” ujarnya.

Kendati demikian, Bupati Egi menyoroti kondisi sejumlah ruang lama yang terlihat kurang terawat. Ia langsung memerintahkan pihak sekolah melakukan pembenahan cepat dan menyampaikan laporan perkembangan secara berkala.

Tidak hanya itu, Bupati Egi menghubungi Kepala Dinas Pendidikan melalui telepon untuk meminta peninjauan langsung serta melibatkan Inspektorat dalam audit menyeluruh terhadap fasilitas sekolah. Ia menekankan bahwa kebersihan dan kerapian lingkungan sekolah merupakan bagian penting dari pendidikan karakter.

“Setelah belajar mengajar, sampah jangan dibiarkan. Tanamkan pada murid agar terbiasa membawa pulang atau membuang sampah pada tempatnya. Pendidikan bukan hanya akademis, tapi juga pembentukan karakter,” tegasnya.

Bupati Egi juga meminta agar bangunan terbengkalai tidak digunakan sebagai tempat penyimpanan barang sembarangan. Ia menilai kualitas penataan lingkungan akan memengaruhi kedisiplinan siswa. 

“Kalau kamar mandi bersih, ruang lain biasanya ikut rapi,” katanya.


Saat berdialog dengan siswa, beberapa murid menyampaikan keluhan terkait belum tersedianya fasilitas MBG. Menanggapi hal itu, Bupati Egi memastikan penambahan fasilitas tersebut akan diupayakan dalam waktu dekat. “Insyaallah bulan depan kita usahakan,” ucapnya.

Kepala SMP Negeri 1 Rajabasa, Endang Suryani, menyambut baik arahan Bupati. Ia mengakui masih ada tantangan terkait kebersihan, terutama toilet yang kerap digunakan masyarakat luar sekolah. 

“Secara umum sudah cukup bersih, tetapi akan kami tingkatkan lagi. Terima kasih atas kunjungan Bupati, ini motivasi besar bagi kami,” ujarnya. Ia juga menyebut masih ada fasilitas lama yang belum memenuhi standar kebersihan ABRI-BKW.

Kunjungan Bupati Egi ditutup dengan instruksi agar sekolah menyampaikan laporan mingguan mengenai progres perbaikan infrastruktur dan penerapan program kebersihan. Ia menegaskan bahwa kualitas pendidikan harus tercermin dari lingkungan belajar yang sehat, tertib, dan nyaman bagi siswa. (Gil)