-->

Notification

×

Iklan

Indeks Berita

Cegah Corona, Pemerintah yang Penduduknya Mayoritas Muslim ini Menghimbau Warganya Tidak Puasa

23 April 2020 | 19:49 WIB
Warga Tajikistan saat beribadah di Masjid. Foto: net
RO -  Beda negara beda pula cara pemerintahannya dalam mencegah COVID-19, Terutama saat memasuki Bulan Suci Romadon. Mayoritas negara-negara muslim, pemerintahannya  menghimbau warganya untuk melaksanakan solat tarawih di rumah.

Tapi ternyata ada pemimpin negara mayoritas muslim yang menghimbau warganya untuk tidak puasa.

Tajikistan mengimbau agar umat muslim tidak berpuasa saat bulan Ramadhan. Hal ini dimaksudkan untuk melindungi diri dari virus Corona, meskipun di sana belum ada laporan kasus Corona.

Sebagaimana dilansir AFP, Kamis (23/4/2020) Presiden Tajikistan Emomali Rakhmon mengatakan puasa membuat orang "rentan terhadap infeksi penyakit menular" dan mendesak petani dan pekerja manual untuk menunda ritual ibadah puasa. Hal itu dia sampaikan dalam pidatonya untuk menyambut bulan suci Ramadhan.

"Meskipun penyakit ini tidak ada di negara kita, ini tidak berarti bahwa kita harus ceroboh dan duduk diam," tulis Rakhmon dalam keterangannya.

Sembari mengutip ulama Islam, Rakhmon menggambarkan puasa sebagai sesuatu yang berbahaya bagi "petani, peternak, dan mereka yang bekerja keras".

"Saya mendesak semua orang yang bekerja di ladang dan menghasilkan kemakmuran... untuk menjadwal ulang puasa ke waktu lain yang lebih menguntungkan," kata Rakhmon.

Tajikistan yang miskin adalah salah satu dari sedikit negara yang belum melaporkan satu pun kasus virus Corona (COVID-19). Negara bekas pecahan Uni Soviet lainnya, Turkmenistan juga sama.

"Saya sangat berterus terang! Jika ada satu kasus infeksi virus Corona yang terdaftar di Turkmenistan, kami akan segera memberi tahu Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan komunitas internasional!" kata Menteri Luar Negeri Turkmenistan Rashid Meredov dalam sebuah pertemuan.

Sementara Tajikistan dan Turkmenistan memiliki populasi muslim yang besar, kedua negara itu disebut oleh Departemen Luar Negeri AS sebagai pelanggar utama terhadap kebebasan beragama.

Pada tahun 2018, otoritas keagamaan pro-pemerintah Tajikistan menyarankan pekerja membangun bendungan Rogun raksasa -- fasilitas hidroelektrik unggulan yang sangat penting bagi perekonomian -- agar tidak berpuasa. (**)
×
Berita Terbaru Update