RETORIKAONLINE (LAMPUNG BARAT) - Aliansi pemuda peduli petani Lampung Barat menggelar demonstrasi didepan kantor bupati Lampung Barat, menuntut kenaikan harga komoditas pertanian yang ada di Lampung Barat. Selasa (25/5/2021).


Unjuk rasa yang berlangsung di Lapangan Pemkab Lambar itu, dikawal langsung oleh wakapolres Lampung Barat kompol Dwi Santosa beserta anggotanya yang berjumlah 57 personil dan satgas Pol PP berjumlah 30 personil.


Kordinator lapangan (Korlap) demonstrasi Putra Ari Utama yang notabene asli putra Lampung Barat menjelaskan bahwasanya aksi demonstrasi ini adalah aksi damai yang digelar sebagai bentuk dukungan para generasi muda kepada para petani.


"Kami murni tidak ada satupun yang menunggangi, kami bergerak atas nama masyarakat, sebagai kontrol sosial" ungkapnya.


Ia juga meminta agar pemerintah terjun langsung kelapangan untuk mengecek kondisi pasar terkait harga-harga sayur mayur yang menjadi salah satu hasil bumi petani Lampung Barat yang dalam kurun waktu 1 tahun terahir mengalami kemerosotan.


"Kami meminta agar pemerintah segera memberi solusi, menyambangi masyarakat, dan mengatasi fluktuasi harga pasar agar tidak terjadi aksi monopoli oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab" lanjutnya


Putra juga menyampaikan solusi buah pemikirn para mahasiswa dan pemuda terkait permasalah yang terjadi di lingkungan para petani.


"Juga agar pemerintah memberi wadah penampungan hasil bumi, ataupun membuka jalan akses untuk para petani mampu memasok atau memasarkan hasil panennya ke kepasar modern ataupun pasar yang lebih besar dan lebih luas cakupannya" tambahnya.


Bupati lampung Barat Parosil Mabsus dalam menyambut dan menerima para aksi demonstrasi dengan senang hati, hal itu parosil sampaikan saat menerima para pendemo.


"Terimakasi kepada para Aliansi Pemuda Peduli Petani Lampung Barat, saya sangat senang, juga menerima secara lapang dada apabila ada pemuda pemudi Lampung Barat yang menyampaikan aspirasi  masyarakat dan juga membantu memberi masukan solusi atas apa yang menjadi permasalahan saya menyambut baik pemikiran aliansi pemuda peduli petani Lampung Barat" ucapnya.


"Saya bisa merasakan apa yang petani rasakan terkait harga dan keluhan lainnya" lanjutnya.


Bupati juga mengatakan pembangunan gudang penampungan tidak akan mampu terealisasi dikarenakan keterbatasan APBD Lampung Barat, ia mengatakan hal tersebut sangat mustahil dilakukan.


"Resi gudang tidak akan mampu atau mustahil dibuat karena apbd kita terbatas. Namun untuk akan tetap diusahakan untuk di bukakan jalur akses untuk bisa mencapai mangsa pasar secara luas" tambahnya.


"Ia juga mengatakan pengadaan kelinci atau marmut merupakan salah satu upaya yang akan dilaksanakan pemerintah Lampung Barat untuk mengatasi melimpahnya sayur mayur di Lampung Barat"pungkasnya. (Rnl)