Tampilkan postingan dengan label Kalianda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kalianda. Tampilkan semua postingan

24 Oktober 2021

(Video) Api Hanguskan Rumah Warga Lakar Kalianda

(Video) Api Hanguskan Rumah Warga Lakar Kalianda

 



KALIANDA - Api menghanguskan sebuah rumah semi permanen di Jalan Batin Cindar Bumi. Rt.02/Rw.01,LK. 02 (Lakar), Kelurahan Way Urang, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan, Minggu (24/10/2021) sekitar pukul 18.20 WIB. 


Menurut Asep warga sekitar, api yang nenghanguskan rumah milik Hendra tersebut, berasal dari percikan api dibagian atap rumah korban.


"Rumahnya geribik bang, jadi cepet kebakar. Alhamdulillah apinya gak nyebar kerumah samping kiri kanannya," kata Asep kepada Retorikaonline.com.


Sementara itu, Kabid Damkarmat Lampung Selatan, Rully Fikriansyah, mewakili Kepala Dinas, Maturidi Ismail menjelaskan, kebakaran disebabkan oleh arus pendek listrik yang memercikan api di atap rumah korban.


"Ketika pemilik rumah sedang duduk diteras rumah, tiba tiba ada suara percikan api dari atap rumah, lalu api membesar dan seisi rumah terbakar sn api membesar.," Kata Rully.


,Setelah mendapat laporan, Petugas Damkar Posko Kalianda segera menuju Lokasi Kebakaran dan memadamkan Api.


"Api dapat dipadamkan pada pukul 19.10 WIB. Tidak ada korban jiwa, namun kerugian ditaksir sekitar 50 juta rupiah," pungkasnya. (Red)

20 Juli 2021

Pembagian Daging Kurban di Masjid Agung Kalianda, Punya Kupon Tapi Tak Dapat Daging

Pembagian Daging Kurban di Masjid Agung Kalianda, Punya Kupon Tapi Tak Dapat Daging

Foto: Ist

RETORIKAONLINE (KALIANDA) - Pembagian daging kurban di Masjid Agung Kalianda, Lampung Selatan, sempat diwarnai dengan kericuhan, Selasa (20/07/2021).


Bagaimana tidak, puluhan masyarakat tersebut kecewa, karena tidak mendapatkan jatah daging kurban, padahal mereka telah memiliki kupon untuk ditukarkan dengan besek yang berisi daging.


Kericuhan itu lantaran diduga jumlah kupon yang dibagikan ke masyarakat tidak sesuai dengan jumlah besek daging yang tersedia.

‌Alhasil, masyarakat Kota Kalianda dan sekitarnya yang sejak ba'da shalat zuhur berkumpul di depan masjid kebanggan Kota Kalianda tersebut terpantik emosinya.


Ada warga yang protes, bahkan ada yang merobek kupon dihadapan panitia kurban sambil mengoceh tak karuan, adapula warga yang menumpahkan kekesalannya dengan menendang ember sampah.


Wawan, salah seorang warga mengungkapkan, dirinya datang ke Masjid Agung sekitar pukul 13.30 WIB, namun saat tiba dilokasi, dirinya malah disuruh pulang dan disuruh kembali lagi pukul 15.30 oleh petugas SatPolPP yang berjaga.


"Pas dateng nyampe gerbang kata Pol PP nanti balik lagi jam setengah 4. Pas saya dateng setengah 4, daging udah abis kata panitianya, ya saya kecewa, kata pol PP nya belum selesai dibungkus dan ditimbang dagingnya. Kuponnya tadi didata sama panitia, disuruh balik lagi besok," ujarnya.

‌Ketua Takmir Masjid Agung Kalianda, Iwan Burhanudin mengaku, pembagian kupon daging kurban pada tahun ini berjumlah 1700 lembar.


"Warga yang datang entah bagaimana kok bisa ada yang tidak kebagian," ujar Iwan. 

‌Padahal pihaknya telah menghitung dan menyediakan jumlah besek berisi daging kurban dan tepat berjumlah 1700 besek.


"Ya kami juga bingung kenapa bisa begini, padahal tahun-tahun yang lalu tidak seperti ini, tertib dan bahkan besek berlebih," sesalnya.

‌Plt. Kabag Kesra, Setdakab Lamsel, Drs. A. Kholil mengatakan, ada kesalahpahaman antara warga dan panitia kurban yang membuat masyarakat tersebut merasa kesal.


"Sebenarnya gak ricuh, cuma memang ada kesalahan kecil yang terjadi dilapangan. Akan kami evaluasi sore ini bersama-sama takmir dan panitia," jelasnya.


Pihaknya juga sudah memberikan solusi bagi warga yang belum menerima daging untuk kembali datang kelokasi pembagian daging kurban hingga besok hari.


"Tadi kami catat kuponnya dan akan kami bagikan daging tersebut sore ini atau paling lambat besok siang Pukul 13.00 WIB akan kami bagikan pada mereka. Kami atas nama Takmir dan panitia minta maaf pada masyarakat Kalianda dan sekitarnya," pungkasnya. (Je/Red)

6 Juni 2021

Bocah 6 Tahun Meninggal Usai Tenggelam di Pantai Semukuk Kalianda

Bocah 6 Tahun Meninggal Usai Tenggelam di Pantai Semukuk Kalianda

Foto: Ist (Net)

RETORIKAONLINE (KALIANDA) - Seorang bocah perempuan, tenggelam di Pantai Semukuk, Desa Pauh Tanjung Iman, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan, Minggu (06/06/2021).

Bocah perempuan tersebut berusia sekitar 6 tahun dan merupakan warga Desa Babulang, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan.

Menurut keterangan beberapa saksi, saat itu korban R sedang berenang di pinggir pantai tersebut, namun tak lama berselang, korban tiba-tiba tenggelam.

"Ayahnya langsung menolong dan mengangkat anaknya dari air laut dan kemudian membawanya ke Rumah Sakit Bob Bazar," kata saksi tersebut.

Namun sesampainya di RSBB nyawa bocah tersebut tak tertolong lagi, korban dinyatakan telah meninggal dunia.

Sementara itu, Ketua Pokdarwis Pantai Semukuk, Marwan membenarkan tentang kejadian tersebut.

"Iya benar, saat ini kami sedang di tempat sohibul musibah," katanya kepada Retorikaonline.com. (Red)

5 Juni 2021

(Video) Api Hanguskan Bangunan di Samping Rumah Dinas Bupati Lamsel

(Video) Api Hanguskan Bangunan di Samping Rumah Dinas Bupati Lamsel



RETORIKAONLINE (KALIANDA) - Kebakaran menghanguskan sebuah cafe makan yang berada di samping Rumah Dinas Bupati Lampung Selatan, Sabtu (05/06/2021).

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 12.10 WIB itu, menghanguskan hampir seluruh bangunan yang didominasi bahan bambu dan blarak kelapa tersebut.

Plt. Kabid Damkar dan Penyelamatan Lampung Selatan, Rully Fikriansyah mengatakan, pihaknya saat ini sedang berusaha memadamkan api 

"Ya kami masih berupaya memadamkan api, sebagian berhasil kami selamatkan, saat ini masih tahap pendinginan api," singkatnya kepada Retorikaonline.com.

Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui penyebab terbakarnya bangunan cafe tersebut. (Red)

31 Mei 2021

Korban Tenggelam di Pantai Ketang Masih Belum Ditemukan

Korban Tenggelam di Pantai Ketang Masih Belum Ditemukan


RETORIKAONLINE (KALIANDA) - Tim SAR gabungan, masih melakukan pencarian terhadap korban tenggelam di Pantai Ketang Kalianda, Senin (31/05/2021).


Namun, hingga saat ini, korban yang bernama Dwi Santoso (16) bin Marsono, remaja asal Desa Palas Jaya, Kecamatan Palas, itu belum juga ditemukan.


Menurut Plt. Kabid Damkar dan Penyelematan Lampung Selatan, Rully Fikriansyah menjelaskn, pihaknya hingga saat ini bersama kepolisian, Basarnas dan masyarakat masih menyisir lokasi kejadian tempat korban tenggelam.


"Ya Semalam itu difokuskan penyisiran sebelah kanan dan kiri di sekitar lokasi kejadian. Sampai saat ini masih kita lakukan pemcarian," kata Rully.


Diberitakan sebelumnya, Dwi Santoso (16) bin Marsono, remaja asal Desa Palasj Jaya, Kecamatan Palas, tenggelam di dekat Pantai Ketang, Kelurahan Wayurang, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan, Minggu (30/05/2021).


Plt Kabid Damkar dan Penyelamatan, Rully Fikriansyah  mendampingi Plt Kadis Maturidi menjelaskan, pihakya mendapatkan laporan orang tenggelam itu sekitar pukul 17.45 WIB.


"Iya, tenggelamnya disekitaran pantai Ketang," ujarnya saat dikonfirmasi Minggu malam.


Berdasarkan infomasi yang pihaknya ketahui dari kerabat korban, korban saat itu berenang bersama dengan 7 rekannya.


Masih keterangan kerabat korban, lanjut Rully bahwa, korban yang tenggelam itu sempat 2 orang dari total 8 orang yang berenang. Namun, korban tidak bisa diselamatkan saat proses penyelamatan.


"Itu kata kerabat korban. Dua orang yang sempat tenggelam. Tapi, 1 orang bisa diselamatkan, dan adiknya hilang dan masih dalam proses pencarian hingga malam ini," kata Rully.


Ia menambahkan, pihak penyelamatan saat bersama pihak kepolisian tengah berjibaku mencari tubuh korban. Tak hanya itu, pihaknya pun telah berkoordinasi dengan pihak Basarnas untuk proses pencarian.


"Harapan kita, mudah-mudahan korban dapat ditemukan dalam keadaan selamat," cetusnya. (Red)

30 Mei 2021

Remaja Asal Palas Tenggelam di Pantai Ketang Kalianda

Remaja Asal Palas Tenggelam di Pantai Ketang Kalianda

Petugas melakukan pencarian terhadap korban tenggelam

RETORIKAONLINE (KALIANDA) - Dwi Santoso (16) bin Marsono, remaja asal Desa Palasj Jaya, Kecamatan Palas, tenggelam di dekat Pantai Ketang, Kelurahan Wayurang, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan, Minggu (30/05/2021).


Plt Kabid Damkar dan Penyelamatan, Rully Fikriansyah  mendampingi Plt Kadis Maturidi menjelaskan, pihakya mendapatkan laporan orang tenggelam itu sekitar pukul 17.45 WIB.


"Iya, tenggelamnya disekitaran pantai Ketang," ujarnya saat dikonfirmasi Minggu malam.


Berdasarkan infomasi yang pihaknya ketahui dari kerabat korban, korban saat itu berenang bersama dengan 7 rekannya.


Masih keterangan kerabat korban, lanjut Rully bahwa, korban yang tenggelam itu sempat 2 orang dari total 8 orang yang berenang. Namun, korban tidak bisa diselamatkan saat proses penyelamatan.


"Itu kata kerabat korban. Dua orang yang sempat tenggelam. Tapi, 1 orang bisa diselamatkan, dan adiknya hilang dan masih dalam proses pencarian hingga malam ini," kata Rully.


Ia menambahkan, pihak penyelamatan saat bersama pihak kepolisian tengah berjibaku mencari tubuh korban. Tak hanya itu, pihaknya pun telah berkoordinasi dengan pihak Basarnas untuk proses pencarian.


"Harapan kita, mudah-mudahan korban dapat ditemukan dalam keadaan selamat," cetusnya. (Lex/Red)

18 Maret 2021

Usai Dibersihkan, Warga Kembali Buang Sampah di Dermaga Bom Kalianda

Usai Dibersihkan, Warga Kembali Buang Sampah di Dermaga Bom Kalianda

Foto: Ist

RETORIKAONLINE (KALIANDA) - Area Tempat Pelelangan Ikan (TPI) dan wisata kuliner Dermaga Bom Kalianda, kembali kotor dengan tumpukan sampah rumah tangga yang merusak pandangan mata.

Padahal sebelumnya, Selasa (16/03/2021) lalu, petugas kebersihan sudah membersihkan sampah-sampah yang menumpuk disekitar area TPI Dermaga Bom.

Pantauan tim media, Kamis (18/03/2021) pagi, warga dan oknum pedagang kembali membuang sampah bukan pada tempatnya dan nekat membuang sampah ditengah jalan dermaga menuju pantai.

Tampak sampah organik dan non organik bercampur jadi satu, aroma tak sedap mulai tercium oleh warga yang melintas atau berdiri didekat tumpukan sampah.

Salah seorang pengunjung Dermaga Bom, Irawan mengaku, dirinya sangat terganggu dengan pemandangan tersebut, apalagi jika warga atau pedagang membuang sampah disembarang tempat, apalagi ditengah jalan. 

"Sepertinya warga atau pedagang cuek, tak kapok membuang sampah disini. Bukankah kemarin sudah disidak oleh Wakil Bupati Lamsel, bahkan saya baca disalah satu media online, Pak Wakil Bupati merasa geram dan menghimbau warga, pengunjung dan pedagang disini agar tertib dan tak buang sampah sembarangan, tapi lihat sendiri dengan abang keadaannya sekarang," katanya.

Senada, warga lainnya Dermaga Bom yamengatakan bahwa sampah-sampah yang dilemparkan oleh orang tak bertanggung jawab tersebut justru dekat dengan kediaman Ketua RT setempat.

 "Ironis memang bang, tumpukan sampah tersebut cuma 10 meter dari rumah Ketua RT 02/01 Kalianda Bawah, 50 meter jaraknya dengan rumah Kepala Lingkungan 01 Kalianda Bawah, masak mereka tidak bisa mengatasi masalah ini ? Bukankah Dermaga Bom ini masih wilayah mereka," ujar Yadi.

Dia mengusulkan kepada pihak terkait agar mengatasi permasalahan sampah ini dengan serius, karena berdampak dengan keindahan dan kenyamanan pengunjung, bail wisatawan lokal maupun luar daerah.

"Bila perlu pasang CCTV dilokasi-lokasi tempat warga membuang sampah sembarangan, atau bila perlu dipagar saja lokasi yang disidak Wakil Bupati kemarin. Untuk pihak terkait seperti Camat, Lurah, KUPT Perikanan dan Dinas Lingkungan Hidup Lamsel supaya lebih giat lagi atasi masalah sampah ini. Lingkungan yang sehat dan bersih jadikan pengunjung nyaman datang kesini," (Je/Bob)