Tampilkan postingan dengan label Rajabasa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rajabasa. Tampilkan semua postingan

4 Mei 2021

CV. ATA dan Pokmas Rajabasa Bersihkan Jalan Lingkungan

CV. ATA dan Pokmas Rajabasa Bersihkan Jalan Lingkungan


RETORIKAONLINE (RAJABASA) - Selain sebagai pengaman garis pantai dengan mengendalikan abrasi yang menggerus garis pantai, breakwater juga dibangun untuk memecah ombak/gelombang dengan memecah gelombang dan menyerap sebagian energi gelombang. Selain itu, breakwater juga berfungsi untuk menenangkan gelombang di pelabuhan, sehingga kapal dapat merapat di pelabuhan dengan lebih mudah dan cepat.


Pemecah gelombang harus didesain sedemikian rupa sehingga arus laut tidak menyebabkan pendangkalan karena pasir yang ikut dalam arus mengendap di kolam pelabuhan. Bila hal ini terjadi maka pelabuhan perlu dikeruk secara reguler.


Salah satu dampak lingkungan yang timbul pada pengerjaan pengaman pantai atau pemecah gelombang (breakwater) di sepanjang garis pantai di Desa Rajabasa, Kecamatan Rajabasa yakni peningkatan partikel debu. Sumber dampak itu berasal dari hilir mudik angkutan bahan baku ataupun material. Pembangunan breakwater itu sendiri dikerjakan oleh CV. Anugerah Tiara Abadi (ATA).


Guna meminimalisir peningkatan partikel debu dan tanah yang menempel di jalan akibat hilir mudik kendaraan drum truck yang mengangkut material tanah untuk pembangunan breakwater tepatnya di dusun Ujau, Kelompok Masyarakat (Pokmas) Desa Rajabasa dibantu CV ATA dengan sigap membersihkan jalan lingkungan, Selasa (04/05/2021).


Menurut penanggungjawab lokasi galian tanah Mardian, pembersihan dilakukan pada jam-jam istirahat dan untuk menyambut hari raya idul fitri serta guna mencegah debu yang berterbangan.


“Pembersihan ini setiap hari kami lakukan pada jam-jam istirahat, fungsi nya guna mencegah debu yang bertebangan, dan ini juga di lakukan agar masyarakat sekitar tidak terganggu apalagi mau memasuki hari raya idul fitri serta mencegah terjadinya hal-hal yang tidak kita inginkan,” tutupnya


Mardian menambahkan, sebelum melakukan pengambilan tanah yang di lakukan oleh CV ATA, pihaknya selalu koordinasi baik dengan aparat desa rajabasa atau masyarakat setempat.


Disisi lain, pembangunan breakwater juga menimbulkan dampak dampak terhadap peluang kerja dan berusaha serta pendapatan masyarakat. Banyak warga di sekitar lokasi pengerjaan breakwater yang mendapatkan lapangan pekerjaan.  


Hal ini diakui oleh Batin Rahman selaku Humas Pokmas di Dusun Ujau. Menurut Batin Rahmat, dengan adanya pembangunan breakwater ini warganya mayoritas mendapatkan lapangan kerja, pasalnya pada sepuluh hari sekali masyarakat desa setempat bergilir untuk bekerja. 


“Ya alhamdulillah dengan adanya pekerjaan pembangunan pengaman pantai ini khususnya masyarakat Desa Rajabasa mendapatkan lapangan pekerjaan,” ungkapnya (Rls)

19 Maret 2021

Sisa Tanah dan Pasir Proyek Breakwater di Rajabasa, Tebar Ancaman Bagi Pengguna Jalan

Sisa Tanah dan Pasir Proyek Breakwater di Rajabasa, Tebar Ancaman Bagi Pengguna Jalan


RETORIKAONLINE (RAJABASA) - Proyek Breakwater atau pemecah gelombang di Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, kini mulai dikeluhkan warga yang sehari-hari beraktifitas melalui jalan tersebut.

Bukan tanpa alasan warga mengeluh, hal itu dikarenakan, ruas jalan Provinsi yang berada di Dusun Pangkul, Cukuh Kenali, Rajabasa itu, kini dipenuhi dengan lapisan tanah merah dan pasir.

Bila cuaca sedang diguyur hujan, jalanan tersebut menjadi licin, namun sebaliknya bila panas, jalan berdebu. Ini yang membuat sebagian warga merasa terganggu akibat hal tersebut khususnya pengguna kendaraan bermotor.

Dikutip dari laman Facebook atas nama Roma Nofick pada Kamis (18/03/2021), dia mengeluhkan kondisi jalan yang kotor oleh tanah dan membuat licin ruas jalan di desanya. @Roma Nofick..fhoto ini adalah fhoto Jalan Raya di Desa Rajabasa (Kenali, Cukuh Dan Pangkul) Kecamatan Rajabasa Lampung Selatan. Dihimbau kepada perusahaan terkait untuk tetap menjaga keselamatan para pengguna Jalan Raya, tulisnya.

Sontak saja, dibalas beberapa komentar dari rekannya yang mengiyakan kondisi jalan tersebut, bahkan mengisahkan pengalamannya sempat terjatuh saat melintas di jalan yang penuh pasir dan tanah tersebut. @Bogen Plb Bogen Plb..kemaren saya naek motor dari Kalianda arah Way Muli..ban motor saya kepeleset terus terjatuh, tapi alhamdulillah gak apa-apa, tuh karena ada bekas tanah yang terus disiram air jadi licin, tulisnya lagi.



Saat dikonfirmasi melalui aplikasi masenger oleh hanggumpost.id, pemilik akun facebook Roma Nofick, warga Desa Rajabasa membenarkan apa yang ditulisnya tersebut. 

Dirinya bahkan berharap pihak perusahaan memperhatikan keselamatan dan kenyamanan warga sekitar. 

@Roma Nofick..ya berkemungkinan berdebu jika tidak disiram, untuk menghindari debu jalan tersebut disiram dengan air menggunakan mobil. Tapi tanah yang dijalan tersebut tidak dibersihkan terlebih dahulu, sehingga jalan tersebut licin. Mengenai ada ataupun tidak yang terjatuhnya pengguna jalan raya tersebut saya belum tau, tapi bukan tidak mungkin akan ada korban terjatuh jika tidak ada usaha pencegahan, jawabnya.

Senada dengan keluhan diatas, seorang pemuda warga Dusun Pangkul, Ibnu sangat berharap pihak perusahaan mendengar segala keluhan warga, khususnya Desa Rajabasa. 

"Saya berharap pihak perusahaan tiap hari membersihkan jalan tersebut, tapi harus benar-benar bersih, jangan ada tanah lagi yang tersisa. Bila perlu angkutan batu mobil dump truck ditutup dengan terpal supaya tanah bercampur pasirnya tidak jatuh ke jalan," pintanya. (Tim)

5 Juli 2020

Mayat Tanpa Kepala di Pulau Sebuku Dievakuasi

Mayat Tanpa Kepala di Pulau Sebuku Dievakuasi

RAJABASA (RO) - Mayat tanpa kepala yang ditemukan di perairan Pulau Sebuku, Rajabasa, Lampung Selatan, akhirnya dievakuasi oleh Tim SAR, Minggu (05/07/2020).

Saat di konfirmasi, Kapolres Lamsel, AKBP Edi Purnomo menjelaskan, mayat yang ditemukan di perairan Pulau Sebuku tersebut, saat ini masih menunggu hasil visum dari pihak rumah sakit RSUD Bob Bazar.

"Masih tunggu hasil visum rs mas," katanya singkat, melalui pesan Whatsapp.

Terpisah, Rian salah satu anggota tim SAR menjelaskan, bahwa kejadian bermula saat warga setempat melihat ada jasad yang mengambang dipermukaan laut pulau sebuku sekitar pukul 09:53 Wib.

"Warga setempat langsung melaporkan kejadian tersebut ke pol'air polres lamsel dan kita sama sama langsung bergerak menuju TKP untuk membantu, evakuasi mayat tersebut," katanya.

Diberitakan sebelumnya, masyarakat Dusun Geligih Pulau Sebuku, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan (Lamsel), dikejutkan penemuan mayat mengapung dipinggir pantai.

Mayat anonim tanpa kepala diketahui menggunakan celana pendek ini ditemukan sekira pukul 07.30 WIB pada Minggu (5/7/2020) oleh masyarakat yakni Herman dan Pendi.

Diketahui, keduanya adalah warga Dusun Ujau, Rajabasa Lamsel yang kebetulan sedang bekerja membuat villa disekita lokasi Pulau Sebuku.

“Informasinya sekitar pukul 07.30 WIB, kebetulan kedua warga (Herman dan Pendi) sedang berada dipulau Sebuku sedang membuat villa,” kata Anggota Satpol PP Wilayah Kecamatan Rajabasa, Aden saat diminta keterangan melalui telefon selulernya. (DND/Red)
Mayat Tanpa Kepala Ditemukan Mengapung di Pulau Sebuku

Mayat Tanpa Kepala Ditemukan Mengapung di Pulau Sebuku

Foto: Ist
RAJABASA (RO) - Masyarakat Dusun Geligih Pulau Sebuku, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan (Lamsel), dikejutkan penemuan mayat mengapung dipinggir pantai.

Mayat anonim tanpa kepala diketahui menggunakan celana pendek ini ditemukan sekira pukul 07.30 WIB pada Minggu (5/7/2020) oleh masyarakat yakni Herman dan Pendi.

Diketahui, keduanya adalah warga Dusun Ujau, Rajabasa Lamsel yang kebetulan sedang bekerja membuat villa disekita lokasi Pulau Sebuku.

“Informasinya sekitar pukul 07.30 WIB, kebetulan kedua warga (Herman dan Pendi) sedang berada dipulau Sebuku sedang membuat villa,” kata Anggota Satpol PP Wilayah Kecamatan Rajabasa, Aden saat diminta keterangan melalui telefon selulernya.

Aden mengatakan, melihat kejadian itu, saksi dan masyarakat langsung menghubungi aparat dusun menghubungi tim Basarnas untuk dilakukan evakuasi mayat anonim tersebut.

Sekitar pukul 11.05 WIB tim Basarna tiba dilokasi penemuan mayat dan langsung melakukan evakuasi dan rencananya akan dibawa ke RSUD Bob Bazar Kalianda untuk dilakukan otopsi.

Hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan pihak terkait. Namun nersasarkan informasi yang didapat mayat terlah sampai di RSUD Bob Bazar Kalianda. (Aan/Red).