Tampilkan postingan dengan label Video. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Video. Tampilkan semua postingan

4 November 2020

Video Viral:  Gak Ada Akhlak, Sepasang ASN Kepergok Mesum di Mobil

Video Viral: Gak Ada Akhlak, Sepasang ASN Kepergok Mesum di Mobil


RO - Video viral sepasang aparatur sipil negara ( ASN) yang diduga berasal dari lingkungan Pemkab Bintan tertangkap warga saat asyik mesum di dalam sebuah mobil yang terparkir di pinggiran pantai Trikora, Tanjung Keling Desa Malang Rapat, Bintan, Kepulauan Riau (Kepri) sekitar pukul 12.30 WIB, Selasa (3/11/2020). 

Dalam video viral tersebut, terlihat kedua pasangan mesum ini kaget setelah apa yang mereka lakukan di dalam mobil diketahui oleh warga sekitar. Oknum pria bahkan kepergok dalam kondisi setengah telanjang. 

Melihat aksinya diketahui oleh warga sekitar, sang pria yang belum diketahui identitasnya ini langsung bergegas pindah ke kursi pengemudi dan langsung tancap gas untuk kabur dari kejaran warga.

Belum diketahui keduanya berdinas di instansi mana, namun dari atribut ASN yang dipergunakan keduanya diduga keduanya berdinas di lingkungan Pemkab Bintan. 

Sekretaris Daerah Pemkab Bintan, Adi Prihantara yang dihubungi melalui telepon membenarkan atas kejadian ini. Pegawai honorer Pemkab Bintan Adi tidak menampik bahwa pasangan mesum yang videonya viral ini merupakan pegawai di lingkungan Pemkab Bintan. 

“Video tersebut benar dan keduanya juga pegawai Pemkab Bintan,” kata Adi kepada Kompas.com melalui telepon, Selasa (3/11/2020). 

Akan tetapi Adi mengaku keduanya merupakan merupakan honorer di bagian sekretariat Pemkab Bintan. 

"Hari ini keduanya tidak masuk kerja dan besok akan saya panggil untuk minta penjelasan atas apa yang terjadi hari ini,” kata Adi. 

Kedua pelaku bolos saat kejadian Adi juga mengaku kecewa atas viralnya video mesum tersebut. Apalagi saat terekam di dalam video keduanya mengenakan pakaian dinas, sementara keduanya diketahui tidak masuk kantor.

 “Sudah bolos, terekam pula mesum di dalam mobil, benar-benar tidak memiliki rusak akhlak mereka,” pungkas Adi. (Sumber: kompas)

Tonton Videonya:



23 Maret 2020

Takut Corona: Viral Video Pria Tergeletak di Tanah Abang Tak Ditolong Warga

Takut Corona: Viral Video Pria Tergeletak di Tanah Abang Tak Ditolong Warga

Screenshoot IG @Jajour810

RO - Akibat kekhawatiran warga terhadap virus Corona, Sebuah video memilukan beredar viral di media sosial. Dimana ada seorang pria yang tergeletak di trotoar di Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Dalam video berdurasi 29 detik itum disebutkan bahwa tidak ada warga yang berani menolongnya karena khawatir akan wabah Corona.

Kapolsek Tanah Abang AKBP Raden Muhammad Jauhari mengatakan, bahwa kejadian itu terjadi pada Jumat (20/3). Lokasi kejadian terjadi di trotoar di lolong flyover Jl Jati Baru Raya, Tanah Abang, Gambir, Jakarta Pusat.

"Menurut keterangan saksi, korban sudah ada di kolong flyover sejak pukul 11.00 WIB," kata AKBP Jauhari dalam keterangannya kepada wartawan, Senin (23/3/2020).

Saksi, seorang penjual kopi melihat korban dalam posisi tergeletak di trotoar. Menurut saksi ke polisi, tangan kanan korban mengalami kram," imbuh Jauhari.

"Saksi sempat mendekati dan laki-laki tersebut sempat ngomong 'saya belum makan dan sedang tidak enak badan'," jelasnya.

Saksi tersebut hendak menolong korban saat itu. Namun temannya mencegahnya.

"Saksi mau menolong, namun dicegah oleh temannya bernama Nurdi yang khawatir takut sakit Corona," tuturnya.

Saksi pun kemudian mundur sekitar 3 meter. Tidak lama kemudian datang seorang pria berpakaian hitam dan menghubungi keluarga korban.

"Tidak lama datang seorang laki-laki dari Dinas Kesehatan DKI memakai seragam warna biru," tuturnya. Korban kemudian dievakusi oleh ambulans ke RS Tarakan.

Video tersebut beredar viral di media sosial. Dalam narasinya disebutkan bahwa korban tergeletak dan tidak ada warga yang berani menolongnya.

"Di Tanah Abang ada yang tergeletak dan tidak ada yang menolong. Ni barusan terjadi di Tanah Abang ada yang tergeletak, baru depan saya nih, di Tanah ABang, jembatan Tanah Abang," ujar pria yang merekam video tersebut. (sumber:detikcom)


10 Maret 2020

Video Mencekam Detik Detik Gempa Sukabumi 10 Maret 2020

Video Mencekam Detik Detik Gempa Sukabumi 10 Maret 2020

Bangunan rumah runtuh akibat gempa sukabumi (ist)
RO, Sukabumi - Gempa berkekuatan 5 Magnitudo mengguncang Sukabumi, Jawa Barat, Selasa sore 10 Maret 2020 pukul 17:18:05 WIB. . Getarannya dirasa sangat ringan namun tetap saja menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan.

Informasi yang dibagikan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG, getaran terkuat yakni getaran sangat ringan (skala V MMI) dirasa di Kecamatan Cikidang, Ciambar, Cidahu, dan Kalapanunggal. Berdasarkan skala MMI, getarannya dirasakan oleh hampir semua penduduk, orang banyak terbangun, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan barang besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.

Dalam akun resminya di Twitter, BMKG menyertakan beberapa bingkai foto berisi rumah-rumah yang terdampak gempa itu di Kalapanunggal. Unggahan BMKG dibalas sejumlah akun yang mengabarkan kerusakan bangunan lain di kecamatan yang sama. Terlihat di sana di antaranya bangunan rumah yang dinding ataupun atapnya ambruk.

Warga yang terkejut sempat berhamburan keluar rumah untuk mengantisipasi gempa susulan.

Kendati mereka merasakan getaran gempa bumi hanya beberapa detik.

Tapi getaran yang berlangsung kurang sepekan dari sebelumnya, cukup lama dibandingkan dua getaran gempa bumi sebelumnya.

"Kali ini lebih besar dan lama dibandingkan dua gempa bumi kurang dari sepekan sebelumnya. Kami sempat keluar rumah karena khawatir terjadi apa apa," katanya. 

Sebelumnya, gempa bumi terjadi Sabtu, 7 Maret 2020 malam.

Bahkan gempa bumi terjadi dua kali hanya terselang beberapa menit. Gempa pertama terjadi pada pukul 18.35 WIB dengan kekuatan 3,8 magnitudo. (Red)

Berikut videonya :


Viral Video Siswi SMK Digerayangi Ramai-ramai, Para Pelaku Diamankan

Viral Video Siswi SMK Digerayangi Ramai-ramai, Para Pelaku Diamankan



RO - Video siswi SMK digerayangi viral sejak kemarin (9/3/2020), dimana seorang siswi digerayangi oleh para siswa di salah satu SMK di Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara (Sulut).

video yang viral itu berdurasi 26 detik. Dalam video yang tampak di dalam kelas itu, terlihat seseorang yang mengenakan seragam putih-abu-abu dipegangi kaki dan tangannya oleh sejumlah orang. Organ intim si siswi dipegang-pegang, baik oleh pria maupun wanita yang memegangi kaki dan tangan si siswi.


Kepada media, para siswa tersebut mengaku iseng melakukan pelecehan itu kepada teman wanitanya. kini para siswa tersebut telah diamankan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

"Pelaku sudah diamankan, lagi diperiksa di kantor polisi, di Mapolsek Bolaang. Dimintai keterangan ada 6 orang siswa dan siswi," kata Kabid Humas Polda Sulawesi Utara (Sulut) Kombes Jules Abraham Abast, Selasa (10/3/2020).

Jules menuturkan lima pelajar yaitu 3 siswa dan 2 siswi diduga sebagai pelaku. Sementara seorang siswi yang diamankan adalah korban berinsial RG.
"Cowoknya 3 (orang), ceweknya 3 (orang). Inisial pelaku dalam video Saudara RM, Saudara FL, Saudara NP, Saudari PN, Saudari NR Korbannya Saudari RG," ujar Jules.


Sementara itu, Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Bolmong Farida Mooduto menyatakan, pihaknya melakukan pendampingan terhadap siswa korban dan lima siswa tersebut.

“Mereka sama-sama korban jadi kami berikan pemdampingan psikologis,” katanya. Farida menegaskan pihaknya bakal mengawal kasus tersebut.

Sebelumnya, video itu diduga direkam pada tanggal 26 Februari 2020 lalu. Namun baru viral pada Senin kemarin karena diunggah ke sosial media oleh salah satu siswa yang merekamnya.

Video tersebut juga menuai respon dari Ombudsman RI. Anggota Ombudsman Ninik Rahayu kepada wartawan mengatakan, kasus tersebut menunjukan kegagalan sekolah dalam mencegah pelecehan seksual di lingkungan sekolah.

“Beredarnya video pelecehan seksual di sekolah semakin memperpanjang jumlah kegagalan sekolah mencegah terjadinya pelecehan di sekolah. Korban kekerasan seksual umumnya diam, tidak berani melapor, apalagi dengan sistem pencegahan dan penanganan di sekolah yang tidak memadai, maka kejadian terus berulang,” kata anggota Ombudsman Ninik Rahayu kepada wartawan, Selasa (10/3/2020).

Ia meminta pihak sekolah melakukan langkah-langkah pencegahan denga cara melakukan pendidikan kesehatan reproduksi bagi anak didik, larangan melakukan kekerasan dan penyiksaan seksual harus diintegrasikan dalam pelajaran sekolah.

“Pendidikan ini jangan lalu dianggap memberi pendidikan pornografi pada anak, melainkan sebaliknya anak dididik untuk mengetahui dan memahami kesehatan reproduksi perempuan, menjaga dan melindungi reproduksi perempuan, dan menjauhkan serta menghapuskan segala bentuk kekerasan seksual, terutama pada anak perempuan,” pungkasnya. (RO)

8 Maret 2020

Ini Video dan Nama Korban Tewas Fuso Tabrak Motor di Pelabuhan Bakauheni

Ini Video dan Nama Korban Tewas Fuso Tabrak Motor di Pelabuhan Bakauheni

RO, BAKAUHENI - Tiga orang dinyatakan meninggal dunia, akibat kecelakaan yang terjadi di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, Sabtu (07/03/2020) sekitar pukul 19.50 WIB.

Kasat Lantas Polres Lampung Selatan, AKP. Agustinus menjelaskan, dua orang korban meninggal dunia di lokasi kejadian sementara satu orang meninggal dunia saat dirawat di RSUD. Bob Bazar Kalianda.

"Total 4 orang, dengan rincian 2 meninggal dunia di tkp 1 luka berat dan akhirnya meninggal di RS dan sempat dirawat serta 1 lagi mengalami luka ringan," katanya kepada Retorikaonline saat dihubungi via Whatsapp, Minggu (08/03/2020).

Dugaan sementara, kecelakaan tersebut akibat kendaraan fuso (BE 9877 CT) dari arah Bandarlampung menuju Bakauheni melalui lajur tol, mengalami rem blong sehingga menabrak puluhan motor dan warga yang berada di area Seaport Interdiction Bakauheni.

1. Nama : Rustam (Pedagang)
Umur : 50 tahun
Jenis kelamin : Laki-Laki
Alamat : Desa Kenyayan, Bakauheni
Status korban : Luka ringan
Evakuasi : Rumah Sakit Bob Bazar

2. Nama : Mayce Erni  (pedagang)
Umur : 37 tahun
Jenis kelamin : perempuan
Alamat : Desa Kenyayan, Bakauheni
Status korban : Meninggal dunia
Evakuasi : Puskesmas Bakauheni

3. Nama : Ebit Susanto (supir truk)
Umur : 40 tahun
Jenis kelamin : Laki-Laki
Alamat : Bekri, Lampung Tengah
Status korban : Meninggal dunia dalam perjalanan ke RS Bob Bazar Kalianda


4. Nama : Syarif Harahap 
Umur : 49 tahun
Jenis kelamin : Laki-Laki
Alamat : Kampung Jering, Bakauheni.
Status korban : Meninggal dunia di RS. Bob Bazar Kalianda.

Berikut videonya:

26 Februari 2020

Mobil Vios Bekas Taksi Dimodifikasi Jadi Bajak Sawah

Mobil Vios Bekas Taksi Dimodifikasi Jadi Bajak Sawah

Traktor dari mobil Toyota Vios Foto: tangkapan layar Yoyube Bapak Mustofa Kepala Jenggot

Retorika - Modifikasi memang tidak mengenal batasan. Asalkan ada ide kreatif, hal yang rasanya tidak mungkin terjadi bisa saja terwujud. Contohnya seperti modifikasi Toyota Vios ini, biasa digunakan untuk jalan aspal kini disetel untuk ramah membajak sawah.

Hasil karya modifikasi ini diunggah melalui video di kanal YouTube Bapak Mustofa Kepala Jenggot pada 19 Februari 2020. Alasan mendasar Bapak Mustofa Kepala Jenggot memodifikasi dikarenakan harga traktor lebih mahal ketimbang mobil bekas operasional taksi.

"Kemarin pas waktu musim hujan tiba, salah satu traktor tetangga saya rusak. Saya lihat di belanja situs online harganya Rp 28 juta lebih," ujarnya seperti dilansir dari detikcom, Selasa (25/2/2020).

"Jadi saya pikir-pikir harganya lebih mahal traktor yang asli daripada mobil. Padahal kalau harga mobil bekas taksi Vios ini 2009, 2008 cuma Rp 30 jutaan. Tapi kalau sampeyan beli tahun 2005 itu cuma Rp 25 jutaan bekas taksi, masih pelat kuning, jadi kan lebih murah," jelas dia.

Traktor dari mobil Toyota Vios  Foto: tangkapan layar Yoyube Bapak Mustofa Kepala Jenggot
Dalam prosesnya, modifikasi ini terjadi pada kaki-kaki mobil. Bagian yang paling santer terlihat adalah penggunaan pelek. Terlihat ban dengan lapisan karet sudah ditanggalkan, berganti dengan pelek traktor.

Saat dijajal, sedan berpenggerak roda depan ini masih bisa melintas di jalan dengan kontur tanah. Lalu ketika diajak masuk ke medan berlumpur, mobil terlihat selip, pelek bagian depan amblas. Akibat insiden ini, tim terlihat mengurungkan niatnya masuk ke medan berlumpur dan kembali untuk menemukan formula yang tepat.

Eksperimen pertama memang tidak berhasil. Rencananya, pelek depan mobil akan diganti dengan bentuk seperti yang di belakang.

"Kalau tak berhasil kita modifikasi lagi supaya bisa membajak dengan sukses," ujarnya.

"Siapa tahu nanti dengan adanya traktor dengan mobil begini, anak-anak muda jadi suka ke sawah, sekarang petani-petani yang anak mudah sudah jarang," tutur dia.