Tampilkan postingan dengan label Kalianda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kalianda. Tampilkan semua postingan

24 Oktober 2021

(Video) Api Hanguskan Rumah Warga Lakar Kalianda

(Video) Api Hanguskan Rumah Warga Lakar Kalianda

 



KALIANDA - Api menghanguskan sebuah rumah semi permanen di Jalan Batin Cindar Bumi. Rt.02/Rw.01,LK. 02 (Lakar), Kelurahan Way Urang, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan, Minggu (24/10/2021) sekitar pukul 18.20 WIB. 


Menurut Asep warga sekitar, api yang nenghanguskan rumah milik Hendra tersebut, berasal dari percikan api dibagian atap rumah korban.


"Rumahnya geribik bang, jadi cepet kebakar. Alhamdulillah apinya gak nyebar kerumah samping kiri kanannya," kata Asep kepada Retorikaonline.com.


Sementara itu, Kabid Damkarmat Lampung Selatan, Rully Fikriansyah, mewakili Kepala Dinas, Maturidi Ismail menjelaskan, kebakaran disebabkan oleh arus pendek listrik yang memercikan api di atap rumah korban.


"Ketika pemilik rumah sedang duduk diteras rumah, tiba tiba ada suara percikan api dari atap rumah, lalu api membesar dan seisi rumah terbakar sn api membesar.," Kata Rully.


,Setelah mendapat laporan, Petugas Damkar Posko Kalianda segera menuju Lokasi Kebakaran dan memadamkan Api.


"Api dapat dipadamkan pada pukul 19.10 WIB. Tidak ada korban jiwa, namun kerugian ditaksir sekitar 50 juta rupiah," pungkasnya. (Red)

20 Juli 2021

Pembagian Daging Kurban di Masjid Agung Kalianda, Punya Kupon Tapi Tak Dapat Daging

Pembagian Daging Kurban di Masjid Agung Kalianda, Punya Kupon Tapi Tak Dapat Daging

Foto: Ist

RETORIKAONLINE (KALIANDA) - Pembagian daging kurban di Masjid Agung Kalianda, Lampung Selatan, sempat diwarnai dengan kericuhan, Selasa (20/07/2021).


Bagaimana tidak, puluhan masyarakat tersebut kecewa, karena tidak mendapatkan jatah daging kurban, padahal mereka telah memiliki kupon untuk ditukarkan dengan besek yang berisi daging.


Kericuhan itu lantaran diduga jumlah kupon yang dibagikan ke masyarakat tidak sesuai dengan jumlah besek daging yang tersedia.

‌Alhasil, masyarakat Kota Kalianda dan sekitarnya yang sejak ba'da shalat zuhur berkumpul di depan masjid kebanggan Kota Kalianda tersebut terpantik emosinya.


Ada warga yang protes, bahkan ada yang merobek kupon dihadapan panitia kurban sambil mengoceh tak karuan, adapula warga yang menumpahkan kekesalannya dengan menendang ember sampah.


Wawan, salah seorang warga mengungkapkan, dirinya datang ke Masjid Agung sekitar pukul 13.30 WIB, namun saat tiba dilokasi, dirinya malah disuruh pulang dan disuruh kembali lagi pukul 15.30 oleh petugas SatPolPP yang berjaga.


"Pas dateng nyampe gerbang kata Pol PP nanti balik lagi jam setengah 4. Pas saya dateng setengah 4, daging udah abis kata panitianya, ya saya kecewa, kata pol PP nya belum selesai dibungkus dan ditimbang dagingnya. Kuponnya tadi didata sama panitia, disuruh balik lagi besok," ujarnya.

‌Ketua Takmir Masjid Agung Kalianda, Iwan Burhanudin mengaku, pembagian kupon daging kurban pada tahun ini berjumlah 1700 lembar.


"Warga yang datang entah bagaimana kok bisa ada yang tidak kebagian," ujar Iwan. 

‌Padahal pihaknya telah menghitung dan menyediakan jumlah besek berisi daging kurban dan tepat berjumlah 1700 besek.


"Ya kami juga bingung kenapa bisa begini, padahal tahun-tahun yang lalu tidak seperti ini, tertib dan bahkan besek berlebih," sesalnya.

‌Plt. Kabag Kesra, Setdakab Lamsel, Drs. A. Kholil mengatakan, ada kesalahpahaman antara warga dan panitia kurban yang membuat masyarakat tersebut merasa kesal.


"Sebenarnya gak ricuh, cuma memang ada kesalahan kecil yang terjadi dilapangan. Akan kami evaluasi sore ini bersama-sama takmir dan panitia," jelasnya.


Pihaknya juga sudah memberikan solusi bagi warga yang belum menerima daging untuk kembali datang kelokasi pembagian daging kurban hingga besok hari.


"Tadi kami catat kuponnya dan akan kami bagikan daging tersebut sore ini atau paling lambat besok siang Pukul 13.00 WIB akan kami bagikan pada mereka. Kami atas nama Takmir dan panitia minta maaf pada masyarakat Kalianda dan sekitarnya," pungkasnya. (Je/Red)

6 Juni 2021

Bocah 6 Tahun Meninggal Usai Tenggelam di Pantai Semukuk Kalianda

Bocah 6 Tahun Meninggal Usai Tenggelam di Pantai Semukuk Kalianda

Foto: Ist (Net)

RETORIKAONLINE (KALIANDA) - Seorang bocah perempuan, tenggelam di Pantai Semukuk, Desa Pauh Tanjung Iman, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan, Minggu (06/06/2021).

Bocah perempuan tersebut berusia sekitar 6 tahun dan merupakan warga Desa Babulang, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan.

Menurut keterangan beberapa saksi, saat itu korban R sedang berenang di pinggir pantai tersebut, namun tak lama berselang, korban tiba-tiba tenggelam.

"Ayahnya langsung menolong dan mengangkat anaknya dari air laut dan kemudian membawanya ke Rumah Sakit Bob Bazar," kata saksi tersebut.

Namun sesampainya di RSBB nyawa bocah tersebut tak tertolong lagi, korban dinyatakan telah meninggal dunia.

Sementara itu, Ketua Pokdarwis Pantai Semukuk, Marwan membenarkan tentang kejadian tersebut.

"Iya benar, saat ini kami sedang di tempat sohibul musibah," katanya kepada Retorikaonline.com. (Red)

5 Juni 2021

(Video) Api Hanguskan Bangunan di Samping Rumah Dinas Bupati Lamsel

(Video) Api Hanguskan Bangunan di Samping Rumah Dinas Bupati Lamsel



RETORIKAONLINE (KALIANDA) - Kebakaran menghanguskan sebuah cafe makan yang berada di samping Rumah Dinas Bupati Lampung Selatan, Sabtu (05/06/2021).

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 12.10 WIB itu, menghanguskan hampir seluruh bangunan yang didominasi bahan bambu dan blarak kelapa tersebut.

Plt. Kabid Damkar dan Penyelamatan Lampung Selatan, Rully Fikriansyah mengatakan, pihaknya saat ini sedang berusaha memadamkan api 

"Ya kami masih berupaya memadamkan api, sebagian berhasil kami selamatkan, saat ini masih tahap pendinginan api," singkatnya kepada Retorikaonline.com.

Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui penyebab terbakarnya bangunan cafe tersebut. (Red)

31 Mei 2021

Korban Tenggelam di Pantai Ketang Masih Belum Ditemukan

Korban Tenggelam di Pantai Ketang Masih Belum Ditemukan


RETORIKAONLINE (KALIANDA) - Tim SAR gabungan, masih melakukan pencarian terhadap korban tenggelam di Pantai Ketang Kalianda, Senin (31/05/2021).


Namun, hingga saat ini, korban yang bernama Dwi Santoso (16) bin Marsono, remaja asal Desa Palas Jaya, Kecamatan Palas, itu belum juga ditemukan.


Menurut Plt. Kabid Damkar dan Penyelematan Lampung Selatan, Rully Fikriansyah menjelaskn, pihaknya hingga saat ini bersama kepolisian, Basarnas dan masyarakat masih menyisir lokasi kejadian tempat korban tenggelam.


"Ya Semalam itu difokuskan penyisiran sebelah kanan dan kiri di sekitar lokasi kejadian. Sampai saat ini masih kita lakukan pemcarian," kata Rully.


Diberitakan sebelumnya, Dwi Santoso (16) bin Marsono, remaja asal Desa Palasj Jaya, Kecamatan Palas, tenggelam di dekat Pantai Ketang, Kelurahan Wayurang, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan, Minggu (30/05/2021).


Plt Kabid Damkar dan Penyelamatan, Rully Fikriansyah  mendampingi Plt Kadis Maturidi menjelaskan, pihakya mendapatkan laporan orang tenggelam itu sekitar pukul 17.45 WIB.


"Iya, tenggelamnya disekitaran pantai Ketang," ujarnya saat dikonfirmasi Minggu malam.


Berdasarkan infomasi yang pihaknya ketahui dari kerabat korban, korban saat itu berenang bersama dengan 7 rekannya.


Masih keterangan kerabat korban, lanjut Rully bahwa, korban yang tenggelam itu sempat 2 orang dari total 8 orang yang berenang. Namun, korban tidak bisa diselamatkan saat proses penyelamatan.


"Itu kata kerabat korban. Dua orang yang sempat tenggelam. Tapi, 1 orang bisa diselamatkan, dan adiknya hilang dan masih dalam proses pencarian hingga malam ini," kata Rully.


Ia menambahkan, pihak penyelamatan saat bersama pihak kepolisian tengah berjibaku mencari tubuh korban. Tak hanya itu, pihaknya pun telah berkoordinasi dengan pihak Basarnas untuk proses pencarian.


"Harapan kita, mudah-mudahan korban dapat ditemukan dalam keadaan selamat," cetusnya. (Red)

30 Mei 2021

Remaja Asal Palas Tenggelam di Pantai Ketang Kalianda

Remaja Asal Palas Tenggelam di Pantai Ketang Kalianda

Petugas melakukan pencarian terhadap korban tenggelam

RETORIKAONLINE (KALIANDA) - Dwi Santoso (16) bin Marsono, remaja asal Desa Palasj Jaya, Kecamatan Palas, tenggelam di dekat Pantai Ketang, Kelurahan Wayurang, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan, Minggu (30/05/2021).


Plt Kabid Damkar dan Penyelamatan, Rully Fikriansyah  mendampingi Plt Kadis Maturidi menjelaskan, pihakya mendapatkan laporan orang tenggelam itu sekitar pukul 17.45 WIB.


"Iya, tenggelamnya disekitaran pantai Ketang," ujarnya saat dikonfirmasi Minggu malam.


Berdasarkan infomasi yang pihaknya ketahui dari kerabat korban, korban saat itu berenang bersama dengan 7 rekannya.


Masih keterangan kerabat korban, lanjut Rully bahwa, korban yang tenggelam itu sempat 2 orang dari total 8 orang yang berenang. Namun, korban tidak bisa diselamatkan saat proses penyelamatan.


"Itu kata kerabat korban. Dua orang yang sempat tenggelam. Tapi, 1 orang bisa diselamatkan, dan adiknya hilang dan masih dalam proses pencarian hingga malam ini," kata Rully.


Ia menambahkan, pihak penyelamatan saat bersama pihak kepolisian tengah berjibaku mencari tubuh korban. Tak hanya itu, pihaknya pun telah berkoordinasi dengan pihak Basarnas untuk proses pencarian.


"Harapan kita, mudah-mudahan korban dapat ditemukan dalam keadaan selamat," cetusnya. (Lex/Red)

18 Maret 2021

Usai Dibersihkan, Warga Kembali Buang Sampah di Dermaga Bom Kalianda

Usai Dibersihkan, Warga Kembali Buang Sampah di Dermaga Bom Kalianda

Foto: Ist

RETORIKAONLINE (KALIANDA) - Area Tempat Pelelangan Ikan (TPI) dan wisata kuliner Dermaga Bom Kalianda, kembali kotor dengan tumpukan sampah rumah tangga yang merusak pandangan mata.

Padahal sebelumnya, Selasa (16/03/2021) lalu, petugas kebersihan sudah membersihkan sampah-sampah yang menumpuk disekitar area TPI Dermaga Bom.

Pantauan tim media, Kamis (18/03/2021) pagi, warga dan oknum pedagang kembali membuang sampah bukan pada tempatnya dan nekat membuang sampah ditengah jalan dermaga menuju pantai.

Tampak sampah organik dan non organik bercampur jadi satu, aroma tak sedap mulai tercium oleh warga yang melintas atau berdiri didekat tumpukan sampah.

Salah seorang pengunjung Dermaga Bom, Irawan mengaku, dirinya sangat terganggu dengan pemandangan tersebut, apalagi jika warga atau pedagang membuang sampah disembarang tempat, apalagi ditengah jalan. 

"Sepertinya warga atau pedagang cuek, tak kapok membuang sampah disini. Bukankah kemarin sudah disidak oleh Wakil Bupati Lamsel, bahkan saya baca disalah satu media online, Pak Wakil Bupati merasa geram dan menghimbau warga, pengunjung dan pedagang disini agar tertib dan tak buang sampah sembarangan, tapi lihat sendiri dengan abang keadaannya sekarang," katanya.

Senada, warga lainnya Dermaga Bom yamengatakan bahwa sampah-sampah yang dilemparkan oleh orang tak bertanggung jawab tersebut justru dekat dengan kediaman Ketua RT setempat.

 "Ironis memang bang, tumpukan sampah tersebut cuma 10 meter dari rumah Ketua RT 02/01 Kalianda Bawah, 50 meter jaraknya dengan rumah Kepala Lingkungan 01 Kalianda Bawah, masak mereka tidak bisa mengatasi masalah ini ? Bukankah Dermaga Bom ini masih wilayah mereka," ujar Yadi.

Dia mengusulkan kepada pihak terkait agar mengatasi permasalahan sampah ini dengan serius, karena berdampak dengan keindahan dan kenyamanan pengunjung, bail wisatawan lokal maupun luar daerah.

"Bila perlu pasang CCTV dilokasi-lokasi tempat warga membuang sampah sembarangan, atau bila perlu dipagar saja lokasi yang disidak Wakil Bupati kemarin. Untuk pihak terkait seperti Camat, Lurah, KUPT Perikanan dan Dinas Lingkungan Hidup Lamsel supaya lebih giat lagi atasi masalah sampah ini. Lingkungan yang sehat dan bersih jadikan pengunjung nyaman datang kesini," (Je/Bob)

16 Maret 2021

Puluhan Wartawan di Lamsel Terima Vaksinasi Dosis Kedua

Puluhan Wartawan di Lamsel Terima Vaksinasi Dosis Kedua


RETORIKAONLINE (KALIANDA) - Puluhan jurnalis di Lampung Selatan, mendapatkam vaksinasi covid-19 dosis kedua di Puskemas Way Urang, Kalianda, Selasa (16/03/2021).

Menurut wartawan Hanggumpost.co, Ujang Irawan, usai menerima vaksin dosis yang kedua, dirinya tidak merasakan efek yang berlebih seperti yang vaksin pertama 14 hari lalu.

"Kalau vaksin yang pertama setelah disuntik itu bawaannya ngantuk dan kepala agak sakit," kata dia.

Hal sama diungkapkan Supradianto wartawan Infomerakyat.com. Menurutnya, tidak ada efek usai mendapatkan vaksinasi dosis kedua ini.

"Biasa saja, badan juga enak. Ya semoga setelah vaksin ini, kita semua bisa terhindar dari covid-19," jelasnya.

Sementara itu, Kepala UPT Puskesmas Wayurang, Saiful Anwar menjelaskan, sejauh ini pihaknya telah melakukan vaksinasi kepada 350 orang, meliputi tenaga kesehatan, pendidik, jurnalis dan para tokoh.

"Dosis pertama 350, dosis kedua yang sudah divaksin 175 orang. Untuk sasarannya paling banyak akan diberikan kepada tenaga pendidik yaitu sekitar 243 orang," katanya.

KUPT Puskedmas Wayurang, Saiful Anwar (Kanan)

Dirnya melanjutkan, untuk vaksinasi bagi lansia (lanjut usia), akan dilakukan usai seluruh target vaksin tahap kedua selesai dilakukan.

"Target seluruhnya 20ribu vaksin, untuk lansia sasarannya 10ribu, mulai dari usia 55 tahun. Untuk yang 60 tahun keatas target 5ribu. Hari ini selesai vaksinasi tahap kedua, besok dilanjutkan guru dan tokoh agama," ungkapnya.

Dirinya mengimbau bagi masyarakat yang telah divaksin, agar selalu menerapkan protokol kesehatan yang lebih ketat, seperti memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

"Prokes harus tetap dilakukan, karena virus ini belum hilang. Vaksin ini untuk mencegah, kalau terkena Insyaallah tidak akan parah," pungkasnya. (Red)

28 Februari 2021

Hendry Rosyadi Bantu Pemekaran Dusun Kubu Panglima Jadi Desa

Hendry Rosyadi Bantu Pemekaran Dusun Kubu Panglima Jadi Desa


RETORIKAONLINE (KALIANDA) - Ketua DPRD Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel), H. Hendry Rosyadi, SH, MH, menggelar Sosialisasi Peraturan (Sosper) Daerah di Dapil 1 Kecamatan Kalianda dan Rajabasa.


Kali ini Sosper digelar tepat di Lingkungan Gontor 9, Dusun 07 Kubu Panglima, Desa Tajimalela, Kecamatan Kalianda, Lamsel, Minggu, (28/02/21).


Hadir dalam giat tersebut, Kades Tajimalela, H. Syahrul Effendi bersama Aparatur Pemerintahan Desa, BPD, Tokoh Agama, Tokoh Pemuda, Tokoh Adat, beserta tamu undangan lainnya.


Kades Tajimalela, Syahrul Effendi, mengucapkan selamat datang kepada Ketua DPRD Lamsel di desanya, menurutnya hal ini bukan bentuk Sosper saja, akan tetapi menjalin tali silaturahmi.


"Disini beliau akan memberikan sosialisasi dan pencerahan terkait Pemerintahan Desa, BPD, serta lainnya yang berkenaan dengan desa. Mudah-mudahan sosialisasi ini, kita semua yang hadir mendapatkan wawasan yang luas, serta kendala lainnya yang ada di Desa" ujar Syahrul Effendi dalam sambutannya.


Hal senada diungkapkan Ketua DPRD Lamsel, yang menjelaskan bahwa sosialisasi tersebut agenda resmi dari DPRD setempat. Menurutnya ada banyak sosialisasi yang dibahas, yakni diantaranya Perda No. 6 Tahun 2015 Tentang Pemerintahan Desa, Perda No. 5 Tahun 2020 Tentang BPD, dan Permendagri No. 1 Tahun 2017 Tentang Penataan Desa.


"Adapun tujuan dari aturan yang ada yakni mempertegas dan memberikan kejelasan terkait tugas pokok dan fungsi mulai dari Kades dan Pemerintahan Desa, serta BPD, serta aturan tatanan penataan desa (Pemekaran_red)" ujarnya.


Terkait pemekaran Desa, menurutnya ada syarat mutlak yang harus dipenuhi oleh suatu wilayah, yang diatur dalam peraturan perundang-undangan.


"Yakni diantaranya, untuk wilayah kepulauan Sumatera, dimana usia desa induk sudah mencapai 5 Tahun keatas, selain itu wilayah yang akan mekar menjadi desa harus memiliki penduduk sebanyak 4000 Jiwa atau 800 Kepala Keluarga. Setelah itu baru syarat lainnya mulai dari wilayah kerja memiliki akses jalur transportasi, memiliki SDA dan SDM pendukung, sarana dan prasarana serta pelayanan publik lainnya" bebernya.


Dalam sesi dialog tanya jawab, Mirza warga sekitar, menjelaskan bahwa warga Dusun Kubu Panglima sudah puluhan tahun ingin mekar dan menjadi desa yang baru.


"Penduduk kami disini sudah memenuhi syarat-syarat mutlak, dan dengan penjelasan dari Ketua DPRD kami berterimakasih. Kami berharap untuk kedepannya dapat membantu wilayah kami untuk mekar menjadi desa yang baru" tandasnya.


Menjawab hal tersebut, Hero akan berupaya membantu keinginan masyarakat baik secara substansi ataupun secara pribadi.


"Nanti desa induk ini saya berharap dapat membantu pendanaannya, serta selain itu saya pribadi juga akan membantu, karena memang masyarakat saya semua yang ada disini" jawabnya.


Diakhir acara, Kades menjelaskan bahwa sebelum wilayah Dusun Kubu Panglima mekar menjadi desa yang baru, maka pihaknya akan fokus kepada sarana dan prasarana yang dimulai dari jalur transportasi. Meskipun nantinya Ia tidak menjabat Kades lagi, namun tanggungjawab tersebut (pemekaran_red) akan tetap dikawal sebagai bentuk rasa peduli, serta akan menitipkan keinginan masyarakat tersebut kepada Kades terpilih selanjutnya. (Red)

Spesialis Jambret Tas di Jalinsum Kalianda-Penengahan Ditangkap Polisi

Spesialis Jambret Tas di Jalinsum Kalianda-Penengahan Ditangkap Polisi


RETORIKAONLINE (PENENGAHAN) - Pelaku spesialis pencurian dengan kekerasan (Curas) yang kerap beraksi di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), akhirnya mendekam disel tahanan Polsek Penengahan. 


Pelaku yakni, Irfan Mulyawan (17) warga Dusun Suka Baru, Desa Suka Baru, Kecamatan Penengahan, Lamsel. Ia diciduk polisi dikediamannya atas laporan kasus curas yang terjadi pada Kamis 5 September 2019 lalu, terhadap korban atas nama Ardi Kurniawan (24) warga Desa Pasuruan. 


Mewakili Kapolres Lamsel, AKBP Zaky Alkazar Nasution, Kapolsek Penengahan Iptu Setiyo Budi menjelaskan, pelaku memepet sepeda motor yg dikendarai korban selanjutnya pelaku memotong tali tas milik istri korban dengan senjata tajam (Sajam).


"Kemudian, pelaku berhasil mengambil tas milik istri korban yang berisikan barang-barang berupa 1 buah STNK Yamaha V-Xion, 2 lembar E-KTP atas nama Ardi Kurniawan dan Nur Ngainah. Lalu, 1 lembar SIM C, 1 lembar ATM BRI Britama, serta 1 unit HandPhone Y71 warna gold,"terang Kapolsek. 


Iptu Setyo Budi melanjutkan, akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian  kurang lebih sebesar Rp. 2.700.000. Lalu korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Penengahan guna penyelidikan lebih lanjut .


"Dari hasil penyelidikan, alhasil polisi dapat meringkus pelaku di kediamannya. Sementara, HP korban telah berada ditangan  Ibrahim, warga desa Penengahan, yang didapat dengan cara membeli dari pelaku Irfan," Imbuhnya. 


Lebih lanjut Iptu Setyo Budi menjelaskan, pelaku atas nama Irfan melakukan aksi curas tidak sendirian. Ia dibantu rekannya yang berinisial S (DPO) yang tengah melarikan diri. 


"Dari introgasi sementara, Irfan mengakui telah melakukan tindak pidana Curas terhadap korban atas nama Ardi Kurniawan. Kemudian, barang-barang hasil pencurian dijual kepada Ibrahim dengan nilai Rp. 900 ribu, yang telah habis digunakan untuk membeli keperluan sehari-hari," Lanjutnya. 


Bukan hanya itu, berdasarkan pengakuan Irfan, ia telah melakukan perbuatan yang sama sebanyak 16 kali dalam kurun waktu sejak tahun 2019 hingga 2021, di Jalan Lintas Sumatera. Mulai dari Kecamatan Penengahan, hingga Kalianda. 


Modus yang dilakukan pelaku hampir sama, yakni dengan mengincar korban yang membawa sepeda motor sendirian, kemudian pelaku tersebut memepet korban dan memutus tali tas korban menggunakan senjata tajam. Setelah itu, pelaku kabur dan menjual barang hasil curas tersebut. 


Barang bukti yang berhasil diamankan, yakni 1 buah Kotak HP Vivo Y71 dari korban, 1 unit HP Vivo Y71 warna Gold, yang disita dari Ibrahim dan 1 helai jilbab warna kuning milik korban yang terdapat robekan akibat sayatan sajam pelaku.


"Saat ini, pelaku dan barang bukti diamankan di Mapolsek Penengahan guna dilakukan penyidikan lebih lanjut," Tutup Iptu Setyo Budi. (Rls/Red)