Tampilkan postingan dengan label pemprov lampung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pemprov lampung. Tampilkan semua postingan

5 Februari 2021

Pemprov Lampung Lirik Potensi Pertanian dan Holtikultura di Lampung Barat

Pemprov Lampung Lirik Potensi Pertanian dan Holtikultura di Lampung Barat


LAMPUNG BARAT (RO) - Pemerintah Provinsi Lampung, sambangi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Barat.


Kali ini, kedatangan mereka memahas identifikasi pengembangan pertanian dan perkebunan dataran tinggi dan inventarisir jalan sterategis Provinsi Lampung.


Pada kesempatan itu, Asisten II provinsi Edi Yanto beserta Asisten II Kabupaten Lampung Barat, Ismet Inoni melakukan rapat diruang Rapat Pesagi Lampung Barat. Jum'at (05/02/2021).


Dikonfirmasi retorikaonline.com, Asisten II Provinsi Lampung, Edi Yanto menyampaikan, rapat tersebut membahas tentang rencana pembangunan insfrastuktur dataran tinggi irigasi dan jalan.


"Salah satunya yang dibahas yang ada di Lampung Barat yang nantinya akan kami lihat juga dan akan kami sampaikan kepada bapak Gubernur Lampung," katanya.


Terkait identifikasi analisa di Lampung Barat, menurutnya ada beberapa sektor yang dilirik oleh Provinsi Lampung di Bumi Beguwai Jejama tersebut diantaranya sektor pertanian dan holtikultura yang tidak dimiliki kabupaten lain.


"Kita berharap semoga kedepannya Lampung Barat menjadi daerah percontohan bagi daerah lain khususnya dibidang pertanian," tutupnya. (RNL)

29 September 2020

Ancaman Gempa dan Letusan Gunung Krakatau di Lampung Adalah Hoax

Ancaman Gempa dan Letusan Gunung Krakatau di Lampung Adalah Hoax

Foto: Instagram @Pemprov.lampung

LAMPUNG (RO) - Beredar rekaman suara yang menyebutkan bahwa akan ada ancaman gempa dan letusan Gunung Krakatau yang terjadi di Lampung.

Hal itu langsung dibantah oleh Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Fahrizal Darminto melalui akun instagram resmi milik @pemprov.lampung , Selasa (29/09/2020).

Dalam keterangannya disebutkan, bahwa rekaman yang beredar di masyarakat itu dipastikan tidak benar atau hoax.

Dirinya juga mengimbau, agar masyarakat tidak mudah percaya dengan informasi yang tidak jelas asal muasalnya. (Red)


View this post on Instagram

Sekretaris Daerah Provinsi Lampung pastikan rekaman ancaman gempa dan letusan gunung krakatau yang beredar dimasyarakat adalah hoaks. Masyarakat yang mendapati rekaman tersebut dihimbau tidak ikut menyebarkannya. Jangan mudah percaya pada berita yang tidak jelas asal muasalnya. Hidup memang harus canggih, tapi pastikan kita yang pegang kendali. @lampuung @kupastuntas @infolampung @arinal_djunaidi @mbak_nunik @rianasariarinal @fahrizal21 Dapatkan Informasi terkini tentang Pemprov. Lampung hanya di: www.lampungprov.go.id IG : @pemprov.lampung IG: @diskominfotik.lampung FB: Dinas Kominfotik Prov. Lampung Youtube Channel: Diskominfotik Provinsi Twitter: @KominfotikLpg Manfaatkan juga saluran informasi lainnya.... PPID: www.ppid.lampungprov.go.id Call Center: 0811-790-5000 (24 jam) (Tiada Hari Tanpa Informasi). . . #lampung #pemprovlampung #gubernurlampung#wagublampung#diskominfotiklampung#arinal_djunaidi #noenia_ch #arinalnunik #ProvinsiLampungBerjaya #RakyatLampungBerjaya #lampungthetreasureofsumatra #waykanan #lampungbarat #pesisirbarat #lampungutara #tulangbawang #tulangbawangbarat #mesuji #lampungtengah #lampung#dilambangawoh #dinuwogawoh#dakkungmulangpekon#BersatuLawanCovid19#IndonesiaLawanCovid19 #Covid19Indonesia #corona #newnormal #kenormalanbaru #AdaptasiKebiasaanBaru

A post shared by Pemerintah Provinsi Lampung (@pemprov.lampung) on

7 April 2020

Tinjau Pelabuhan Bakauheni, Gubernur Tegaskan ASN di Lampung Dilarang Mudik

Tinjau Pelabuhan Bakauheni, Gubernur Tegaskan ASN di Lampung Dilarang Mudik

Foto: Ist

RO, BAKAUHENI - Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi bersama Kapolda Lampung, Irjen Pol. Purwadi Arianto, tinjau Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan (Lamsel), Selasa (07/04/2020).

Peninjauan itu dilakukan, untuk memastikan persiapan pelabuhan penyebrangan ASDP Bakauheni dalam menanggulangi penyebaran pandemi Covid-19.

Pada kesempatan itu, Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi menegaskan, ASN di Lampung tidak diperbolehkan untuk melakukan kegiatan pulang kampung (mudik).

"Saya tegaskan untuk ASN tidak meninggalkan daerah (pulang kampung). Saya minta bapak bupati/walikota mengingatkan kepada ASN," kata Arinal Djunaidi.

Larangan pulang kampung ini, juga berlaku saat mudik lebaran mendatang.

Sementara, Kapolda Lampung, Irjen Pol. Purwadi Arianto mengatakan, saat mudik lebaran mendatang, polda akan melakukan penambahan personil untuk pengamanan di pelabuhan Bakauheni.

Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi arus mudik lebaran. Meski pemerintah telah mengimbau agar warga tidak melakukan mudik lebaran di tengah adanya pandemi vurus corona (covid-19) saat ini.

"Saat mudik lebaran nanti, kita akan tetap menambah personil untuk di Bakauheni. Nanti akan kita sesuaikan dengan kebutuhan nantinya," kata Kapolda Lampung Irjen Pol. Purwadi Arianto.

Kapolda juga mengingatkan kepada para personil yang bertugas di pelabuhan Bakauheni untuk tetap menjaga kesehatan dan kondisi fisiknya dalam bertugas serta menggunakan Alat Pelindung Diri (APD).

"Kita tidak hanya menjaga diri kita. Tetapi juga menjaga kesehatan keluarga kita di rumah," lanjutnya.

Kapolda juga meminta, agar masyarakat mematuhi anjuran dari pemerintah untuk melaksanakan social/physical distancing guna mencegah penyebaran pandemi dari covid-19.

"Mari kita ikuti himbauan dari pemerintah untuk social distancing. Lebih baik untuk tidak pulang kampung saat mudik lebaran nanti," tutupnya.

Berdasarkan pantauan, kunjungan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi dan Kapolda Lampung, Irjen Pol Purwadi Arianto ke Pelabuhan Bakauheni juga didampingi Danrem Lampung dan Forkopimda Provinsi Lampung.

Selain itu, giat tersebut juga dihadiri Plt. Bupati Lamsel, Nanang Ermanto, Kapolres Lamsel AKBP Edi Purnomo, SH, SIK, MM, Dandim 0421 Letkol Kav Robinson Octavianus, Kajari Lamsel, Hutamrin. (Mb/Red).

29 Maret 2020

Warga Lampung Diperantauan Tolong Jangan Mudik, Kasian Keluarga di Kampung Halaman

Warga Lampung Diperantauan Tolong Jangan Mudik, Kasian Keluarga di Kampung Halaman

Waki Gubernur Lampung, Chusnunia Chalim. Foto: IG Mbak_nunik
RO, LAMPUNG - Pemerintah Provinsi Lampung, mengimbau agar masyarakat Lampung yang berada di laur daerah, untuk sementara waktu tidak melakukan perjalanan ke kampung halamannya di Lampung.

Hal itu, guna mehcegah terjadinya penyebaran virus corona atau COVID-19 yang sudah menjadi pendemi global saat ini.

Hal itu yang diungkapkan Wakil Gubernur Lampung, Chusnunia Chalim atau Nunik melalui akun Instagramnya @mbak_nunik, Minggu (29/03/2020).

Dalam video berdurasi 2.03 detik tersebut, Nunik mengajak masyarakat untuk mengikuti intruksi pemerintah untuk menjaga jarak fisik atau physical distancing dan bekerja dari rumah demi kesehatan bersama.

"Untuk warga Lampung yang hari ini masih berada di perantauan, kita himbau tetaplah disana, dirumah, tidak perlu pulang tidak perlu mudik," kata Nunik.

Jadi menurutnya, niat yang baik tersebut untuk bertemu keluarga, justru bisa memungkinkan menjadi media penularan virus, karena saat dalam perjalanan mungkin bertemu dengan virus tersebut.

"Kita harapkan lebih baik tidak mudik, beraktivitas dari perantauan, insyaAllah tidak mengurangi niat silaturahmi tersebut," terang nunik.

Kembali Nunik menegaskan, agar sementara tidak mudik dulu, demi keselamatan dan kesehatan keluarga yang di kampung halaman.

"Tolong tidak usah dulu, ini untuk keselamatan dan kesehatan kita dan keluarga yang dirumah. Kasihan yang di rumah, sudah setia, stay home, beraktifitas dirumah, tetapi karena ada tamu, keluarga datang, kita khawatir itu jadi pembawa. Mohon pertimbangkan untuk terima kasih," pungkas Nunik. (Red)

24 Maret 2020

PDP Corona di Lampung Berkurang, Pemprov Siapkan RSBNH Jadi Pusat Penanganan Covid-19

PDP Corona di Lampung Berkurang, Pemprov Siapkan RSBNH Jadi Pusat Penanganan Covid-19

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Reihana
RO, LAMPUNG - Jumlah PDP (Pasien Dalam Pemantauan) Covid-19 di Lampung, hingga Senin (23/03/2020), mengalamai penurunan tersisa 6 PDP dari angka sebelumnya 8 PDP.

1 orang masih dinyatakan Positif Covid-19, sedangkan 3 PDP telah dinyatakan sehat, berdasarkan dua kali hasil uji lab yang menunjukan hasil negatif dan sudah diperbolehkan pulang.

Sementara itu, Orang Dalam Pengawasan (ODP) berjumlah 725 orang, menurun jika dibandingkan data sebelumnya yang berjumlah sebanyak 805 ODP. 19 ODP merupakan masyarakat dari luar Lampung.

Kadis Kesehatan Provinsi Lampung, Reihana menjelaskan, 6 PDP tersebut 5 diantaranya dirawat di RSUDAM Bandarlampung dan 1 PDP di RSUD Bob Bazar Kalianda, Lampung Selatan.

"Positif masih 1 orang laki-laki 62 tahun, Bandarlampung yang sedang mendapatkan perawatan di RSUDAM," kata Reihana, melalui pesan Whatsappnya, Senin (23/03/2020) malam.

Reihana melanjutkan, saat ini pihaknya tengah mempersiapkan Rumah Sakit Bandar Negara Husada (RSBNH) Kota Baru, Jati Agung, Lampung Selatan, sebagai rumah sakit pusat penanganan covid-19 di Provinsi Lampung.

"Untuk RSBNH, sebagian besar sudah siap untuk SDM. Sarana Prasarana hanya tinggal melengkapi," lanjut Reihana.

Pihaknya juga telah mendapatkan APD (Alat Pelindung Diri) penanganan covid-19 dari pemerintah pusat, yang akan dibagikan di empat rumah sakit rujukan yaitu RSUDAM, RSU A Yani Metro, RSU Bob Bazar, Lampung Selatan dan RSU Ryacudu, Lampung Utara.

"Tapi tidak banyak dan jenisnya bervariatif, ada yang lengkap, ada yang tidak lengkap ada yang hanya baju," pungkas Reihana. (Red)

23 Maret 2020

Ini Hasil Tes SKD CPNS Provinsi Lampung Tahun 2019

Ini Hasil Tes SKD CPNS Provinsi Lampung Tahun 2019

RO, LAMPUNG - Pemerintah Provinsi Lampung, mengumumkan hasil tes SKD CPNSD Provinsi Lampung tahun 2019.

PENGUMUMAN BERSAMA HASIL SELEKSI KOMPETENSI DASAR (SKD) PADA SELEKSI CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL  PEMERINTAH PROVINSI LAMPUNG DAN PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA SE-PROVINSI LAMPUNG TAHUN ANGGARAN 2019.

Pengumuman selengkapnya dapat anda unduh di tautan berikut ini :

Link Pengumuman Tes SKD CPNS Provinsi Lampung

Daftar Peserta P1TL

17 Maret 2020

Sebaran Corona di Lampung, 1.823 Orang Masuk ODP, 2 Pasien Dalam Pengawasan. Ini Rinciannya

Sebaran Corona di Lampung, 1.823 Orang Masuk ODP, 2 Pasien Dalam Pengawasan. Ini Rinciannya

Foto: Ilustrasi (RO)
RO, LAMPUNG - Sebanyak 4.822 orang, masuk pantauan Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Lampung, sejak tanggal 27 Januari hingga tanggal 14 Maret 2020.

Orang tersebut masuk dalam kriteria orang dalam pemantauan (ODP). Mereka merupakan WNI asal Lampung yang memiliki riwayat perjalanan ke atau dari negara terjangkit covid-19, pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Reihana menjelaskan, jumlah ODP yang telah selesai dipantau dalam 14 hari dan dinyatakan sehat sebanyak 2.999 jiwa.

"Adapun yang masih berstatus orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 1.823 jiwa," kata Reihana melalui prees release resminya yang diterima Retorikaonline, Senin (16/03/2020), malam.

Rinciannya, Bandar Lampung : 542 Jiwa, Lampung Selatan : 134 Jiwa, Lampung Utara : 34 Jiwa, Lampung Tengah : 174 Jiwa, Lampung Timur : 398 Jiwa, Lampung Barat : 0 Jiwa, Pesisir Barat : 106 Jiwa, Tanggamus : 114 Jiwa, Pringsewu : 96 Jiwa, Pesawaran : 63 Jiwa, Metro : 48 Jiwa, Way Kanan : 34 Jiwa, Tulang Bawang Barat : 26 Jiwa, Tulang Bawang : 38 Jiwa, Mesuji : 16 Jiwa.

Sedangkan, untuk pasien dalam pengawasan (PDP) di Lampung ada dua orang. Satu orang laki-laki (62) dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM). Satu lagi laki-laki (38) dirawat di RSU A Yani, Kota Metro.

Kedua PDP yang dirawat tersebut, masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium di Badan Litbangkes, Kemenkes RI. Hasil laboratorium itu akan dikirmkan ke Kemenkes RI selaku Juru Bicara Pemerintah Indonesia.

Kriteria Pasien Dalam pengawasan (PDP) sendiri adalah seseorang dengan demam lebih dari 38 derajat Celcius atau ada riwayat demam atau ISPA ringan sampai berat dan pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki salah satu dari dari paparan berikut ini:

Riwayat kontak dengan kasus konfirmasi Covid-19, bekerja atau mengunjungi fasilitas kesehatan yang berhubungan dengan pasien konfirmasi Covid-19 atau riwayat perjalanan kewilayah terjangkit atau kontak dengan orang yang memiliki riwayat perjalanan pada 14 (empat belas hari) terakhir ke wilayah terjangkit.

Oleh sebab itu, Reihana mengimbau agar masyarakat tenang dan dan tidak panik serta berdoa semoga Provinsi Lampung tidak ada pasien hasil konfirmasi Positif Covid-19.

"Pesan saya hindari keramaian untuk saat ini jika tidak perlu, selalu menjaga kebersihan, senantiasa terapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), pertahankan gaya hidup sehat, gizi seimbang, olahraga teratur dan istirahat yang cukup, dengarkan informasi hanya dari sumber terpercaya, dalam hal ini Dinas Kesehatan Provinsi Lampung yang telah ditunjuk oleh Kementerian Kesehatan RI," pesannya.

Selain itu menurutnya, jika ada keluhan panas, batuk, pilek serta sesak nafas segera hubungi fasilitas kesehatan terdekat.

"Dinas Kesehatan Provinsi Lampung beserta lintas sektor terkait telah melaksanakan tugas pokok dan fungsi dalam penanganan Covid-19 sesuai standar operasional prosedur yang ditetapkan," pungkasnya. (Red)