Tampilkan postingan dengan label Ekonomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ekonomi. Tampilkan semua postingan

24 Juni 2025

Sekjen Kemendagri Ultimatum Daerah: Jangan Tunggu, Segera Turun Pantau Harga!

Sekjen Kemendagri Ultimatum Daerah: Jangan Tunggu, Segera Turun Pantau Harga!



Kalianda - Lonjakan harga pangan kian terasa mencekik. Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Tomsi Tohir, menegaskan bahwa inflasi bukan hanya soal angka atau statistik, melainkan realita yang langsung dirasakan masyarakat di seluruh penjuru negeri.

“IPH (Indeks Perkembangan Harga) memang jadi acuan, tapi ini bukan hanya masalah data di atas kertas. Kita harus kerja nyata, karena masyarakat sudah merasakan langsung harga yang terus naik,” tegas Tomsi saat memberikan arahan dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi secara virtual pada Senin, 23 Juni 2025.

TPID Lampung Selatan Ikut Pantau Harga dari Daerah


Rakor yang diselenggarakan oleh Kemendagri tersebut juga diikuti oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Lampung Selatan, yang hadir secara daring melalui aplikasi Zoom dari Ruang Bagian Perekonomian, kantor bupati setempat.

Dalam rapat tersebut, Tomsi menyampaikan kekhawatiran terhadap kenaikan harga sejumlah komoditas pangan utama, seperti: beras, daging ayam, bawang merah, cabai merah, dan cabai rawit.

Kenaikan harga ini terutama terjadi pada minggu ketiga bulan Juni, dan dinilai sebagai sinyal penting yang harus segera ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah.

Tomsi juga mengungkapkan bahwa pemerintah pusat sebenarnya telah melakukan antisipasi. Salah satunya melalui kesepakatan dengan Bappenas terkait program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Namun, hingga saat ini pelaksanaannya masih belum optimal.

“Dua minggu lalu kita sudah sepakat SPHP segera dijalankan. Tapi memang, proses administrasi perlu dipercepat. Ini masih jadi pekerjaan rumah besar kita,” ujarnya.

Tomsi menekankan bahwa pengendalian inflasi bukan hanya tanggung jawab pusat. Daerah harus aktif dan sigap dalam memantau dan menstabilkan harga.

“Jangan menunggu. Kepala daerah harus bergerak cepat, pantau perkembangan harga, turun langsung ke lapangan,” imbuhnya.

Dengan momen Iduladha dan tahun ajaran baru yang semakin dekat, pemerintah pusat berharap agar pemerintah daerah tidak terlambat mengambil langkah konkret, demi menjaga daya beli masyarakat yang semakin tertekan.



“Harga di pasar adalah cermin kinerja kita. Jangan biarkan rakyat terus terbebani,” kata Tomsi Tohir. (ptm)

18 Januari 2023

Pepaya California Di Lambar Janjikan Pundi-Pundi Rupiah

Pepaya California Di Lambar Janjikan Pundi-Pundi Rupiah


LAMPUNG BARAT--Budidaya pepaya california kini sudah banyak ditemukan diberbagai lokasi sebagai salah satu komoditas pertanian yang memiliki peluang usaha sangat besar sama hal nya seperti di kecamatan Batu Brak, kabupaten Lampung Barat (Lambar) pada saat ini.


karena tingginya permintaan pasar terhadap buah yang satu ini membuat para petani mencoba membudidaya pepaya jenis california. Buah ini merupakan buah sehat yang banyak disukai masyarakat, hingga membuat permintaan pasar yang tinggi karena banyak yang mencarinya.


Secara umum pepaya california akan tampak seperti pepaya pada umumnya, namun sebenarnya pepaya jenis ini memiliki keunggulan dari segi rasa yang manis dan segar, warna buahnya yang merah serta daging buahnya lebih tebal dari pepaya biasa.


Salah seorang pembudidaya california yang sekaligus petani Kopi Mamak Din yang merupakan warga Pekon (desa) Kegeringan, Kecamatan Batu Brak, Lambar saat dikonfirmasi awak media, menjelaskan pemeliharaan tanaman pepaya california terbilang mudah, dari awal pembibitan hingga masa panen membutuhkan waktu sekitar 7 hingga 8 bulan dengan perawatan dan pemupukan yang baik.


"Pepaya jenis ini lebih disukai masyarakat karena lebih manis dan tebal," ungkap Mamak Din, Rabu (18/1/23)


Buah pepaya california siap dipanen ketika telah terlihat semburat kuning di bagian ujung buah, Hingga kini ia membudidayakan california di sela batang Kopi di lahan garapannya sebanyak lebih kurang 300 batang.


"Dalam sekali panen alhamdulilh memperoleh 50 hingga 200 kilogram, untuk 1 kilogram dijual dengan harga Rp 2000 rupiah,  namun untuk harga saat ini masih belum setabil setiap minggunya mengalami perubahan karena tergantung cuaca dan banyaknya buah california yang dipanen petani ". Sambungnya


Selain menggunakan media sosial untuk pemasaran, hasil tanamannya juga dijual ke pedagang sayur di sekitar rumahnya, dan ada juga khusus pengepul atau pemborong pepaya california dalam jumlah banyak di kampungnya.


" Untuk pembibitannya banyak masyarakat yang membeli dari pembudidaya dan banyak juga yang menyemai sendiri ". Ucapnya


Karena awalnya hanya mencoba-coba dan sekarang sudah banyak masyarakat yang ikut membudidaya di lahan masing-masing sehingga kini pembudidayanya sudah mulai banyak dan pengepulnya pun sudah mulai banyak yang mencari.


"Bagi masyarakat khususnya di kabupaten Lampung Barat yang ingin membudidaya pepaya jenis california caranya cukup mudah dan tidak terlalu sulit pemeliharaannya, juga tentunya tidak banyak memakan modal ". Pungkasnya (RNL)

27 Mei 2022

Kisah Ujang Si Penjual Madu yang Rela Banting Stir Berjualan Gula Aren Demi Keluarga

Kisah Ujang Si Penjual Madu yang Rela Banting Stir Berjualan Gula Aren Demi Keluarga

 


LAMPUNG BARAT---Setiap hari sejak pandemi Covid-19, ada saja cerita pengusaha kecil dan menengah di pelosok negeri, terpaksa gulung tikar. Namun, tak sedikit kisah pengusaha yang bangkit kembali, bahkan mampu melaju dengan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan zaman.


Cerita pencari Madu Tawon di Kabupaten Lampung Barat (Lambar), ini mungkin bisa menumbuhkan kembali asa pengusaha yang tengah terpuruk. Berani melompat dari zona nyaman di tengah badai, dia justru menemukan berkah. Pandemi Covid-19, memaksa keluarga pencari sekaligus penjual Madu Tawon ini beralih profesi menjadi pengelola Air Aren menjadi Gula Merah.


Ujang(43) warga pekon Kubu Perahu kecamatan Balik Bukit kabupaten Lampung Barat (Lambar), demi menghidupi keluarga kecilnya yang awal mulanya seorang pencari Madu Tawon sejak pandemi covid-19 melanda ia pun beralih profesi menjadi pengelola air aren menjadi beberapa jenis variasi gula merah.


"Sebelumnya saya pencari sekaligus penjual madu tawon tetapi sejak pandemi peminat madu ini sudah mulai berkurang sedangkan keluarga kami tidak ada penghasilan lain, dari itu saya mulai beralih dan mencoba menyadap air aren dan mengubahnya menjadi gula merah " Jelas Ujang


Lanjutnya, setelah menjadi gula merah saya mencoba menjualnya ke beberapa warga yang tak jauh dari rumah dan alhamdulilah banyak warga yang berminat dan akhirnya saya melanjutkan untuk membuat gula merah tersebut.


"awalnya saya cuma membuat gula merah hanya dengan satu jenis berbentuk bulat, namun atas saran dari teman dan ada juga dari warga agar membuat beberapa bentuk cetakan gula merah agar terlihat bagus dan bisa memikat peminat agar banyak yang membelinya " Tambahnya


Masih kata Ujang, saat ini gula merah tersebut sudah ada empat variasi bentuk seperti, Bulat, love, piramida, kotak, dalam satu hari iya bisa membuat sebanyak 14 (empat belas) cetak dengan empat pareasi dengan harga yang cukup terjangkau yaitu Rp.30.000 per bijinya dengan berat lebih kurang 1,5 kilo.


"Juga peminat gula merah ini saat ini bukan hanya dari masyarakat sekitar saja akan tetapi banyak juga Peminatnya banyak dari daerah lokal sampe luar daerah seperti Pesisir Barat, dan para wisatawan yang berkunjung dikarenakan tempat kami ini berdekatan dengan wisata Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) ". Ujarnya


Terakhir kata Ujang, Selain itu kebanyakan juga peminat gula merah bervariasi ini diminati warga yang akan melaksanakan hajatan antara lain untuk, cinderamata dan oleh-oleh keluarga. Pungkasnya (RNL)

29 Maret 2022

Produk UMKM Desa Sukaraja Ramaikan Workshop KKA LSM PALUMA NUSANTARA

Produk UMKM Desa Sukaraja Ramaikan Workshop KKA LSM PALUMA NUSANTARA


LAMPUNG SELATAN (RO) - Desa Sukaraja, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, memiliki beragam potensi ekonomi yang bisa menjadi produk unggulan di desa tersebut.


Hal itu terlihat saat Workshop Kajian Kondisi Awal (KKA) yang diadakan oleh LSM Paluma Nusantara, di SD Negeri 1 Sukaraja, Selasa (29/03/2022).


Bermacam produk mulai dari olahan pertanian dan perikanan yang diproduksi oleh warga Desa Sukaraja dipamerkan pada bazar yang dihadiri oleh perwakian dari Dinas PMD, Dinas Sosial, Dinas TPH Bun, Camat Rajabasa, Kepala Desa Sukaraja, Lembaga desa dan perwakilan penyandang disabilitas tersebut.


Kepala Desa Sukaraja M. Yusuf dalam sambutannya mengatakan, dirinya sangat mengapresiasi keterlibatan relawan yang mendukung dan mensukseskan kegiatan tersebut.


"Sangat mendukung kegiatan Tangguh Siap yang didampingi oleh LSM Paluma Nusantara sebagai mitra Arbeiter Samariter BUND (ASB) dalam pelaksanaan kegiatan di Kabupaten Lampung Selatan," ujarnya. 


Bazar Produk UMKM Desa Sukaraja


Ditempat yang sama, Kepada Dinas PMD Lampung Selatan, Erdiyansyah, yang diwakili Oleh Dawar Yunus berharap, semua potensi yang ada di Desa Sukaraja bisa menjadi sumber kesejahtraan bagi masyarakat setempat.


"Agar potensi ekonomi dan pariwisata di Desa Sukaraja dapat dikembangkan sehingga bisa meningkatkan kesejahtaraan masyarakat," katanya. 


Sementara itu, Project Manager Paluma Nusantara, Nanang Priyana, berharap agar muncul kepedulian dan gerakan dari masyarakat dan pemerintah untuk membeli dan mengembangkan produk UMKM masyarakat setempat.


"Gerakan ini akan dikembangkan di desa yang menjadi dampingan Paluma Nusantara, dan diharapkan akan dikembangkan di seluruh wilayah Kabupaten Lampung Selatan," pungkasnya.

Produk UKMM Desa Sukaraja


Pada kesempatan itu, ditampilkan potensi ekonomi yang dikelola oleh Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dari Desa Sukaraja antara lain olahan makanan dari komoditas pertanian seperti kopi, kripik pisang, kripik pare dan susu kedelai serta olahan makanan dari perikanan seperti dendeng ikan, bakso ikan dan lainnya.


Selesai acara, peserta workshop membeli produk dalam Bazar UMKM. Setiap peserta mendapatkan kupon belanja untuk membeli produk UMKM yang dijajakan di stand Bazar. Perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan warga masyarakat antusias membeli produk yang disediakan.


Acara diakhiri dengan penandatanganan Dokumen Kajian Kondisi Awal (KKA) oleh Kepala Desa, BPD, PKK, Karang Taruna, Destana, Pokdarwis dan perwakilan penyandang disabilitas. 

Dokumen KKA itu nantinya akan menjadi dasar penyusunan program baik program yang difasilitasi Paluma Nusantara maupun program pembangunan pemerintah desa dan daerah. (Red)

16 Maret 2022

Bulan Puasa Jadi Berkah Untuk Petani Kolang Kaling di Lampung Barat

Bulan Puasa Jadi Berkah Untuk Petani Kolang Kaling di Lampung Barat


 LAMPUNG BARAT – Jelang bulan suci Ramadhan Kolang kaling menjadi primadona masyarakat, banyak orang mencarinya untuk dijadikan berbagai sajian lezat untuk berbuka puasa, karena itulah kolang kaling menjadi berkah tersendiri bagi petani dan pengrajin kolang kaling di berbagai daerah.


Salah satu pengepul buah aren yang kelak akan diolah menjadi kolang kaling yakni Imron (45), yang merupakan warga Pemangku klutum, Pekon (Desa) Gunung Sugih, Kecamatan Balik Bukit, Kabupaten Lampung Barat mengatakan, dirinya menjadi salah satu pemasok atau pengepul buah aren sejak 10 tahun lalu.


"Saat ini sudah ada 5 mobil truk besar atau fuso yang sudah dikirim ke daerah wates lampung tengah, karena memang saat ini permintaan buah aren sudah banyak, hal ini terjadi setiap tahun menjelang bulan Ramadhan ". Jelasnya Rabu (16/3/2022)


Lanjutnya, dirinya membeli dari para petani pertandan dengan harga bervariasi, tergantung ukuran buah atau tua mudanya buah kolang kaling, mulai dari 10 ribu sampai 15 ribu rupiah.


semua proses pengepulan kolang kaling tersebut semua sudah memakai jasa orang lain, mulai dari mengambil buah dari batang, hingga membawa buah ke tempat pengumpulan dengan ojek motor hingga bongkar muat ke mobil semua dilakukan dengan membayar jasa orang lain.


" Saya hanya mencari para petani yang memiliki batang aren, jika cocok harga baru saya beli, ada juga para petani yang datang ke kita menawarkan buah aren yang mereka punya, ya kalau cocok harga kita ambil,". Tambah Imron


menurut Imron, bisnis kolang yang dia jalani tidaklah repot, karena dirinya hanya membeli dan menjual dalam bentuk buah aren yang belum diproses menjadi kolang kaling, karena jika menjual dalam bentuk kolang kaling prosesnya akan memakan waktu lama dan membutuhkan banyak tenaga kerja.


" Prosesnyakan lama, harus direbus dulu, dipotong, direndam baru bisa dikonsumsi sebagai makanan pendamping saat buka puasa, meskipun harga jual lebih tinggi otomatis kita juga membutuhkan biaya yang lebih tinggi juga,". Ujarnya


Masih kata Imron, bisnis buah aren ini penghasilannya cukup lumayan, keuntungan yang diraih mencapai 4 juta per mobil.


" Biasanya sebulan sebelum puasa sudah ada permintaan buah aren ini, dan langsung kita cari dan kirim, kita baru berhenti mengirim kalau sudah tiga hari sebelum puasa,  dalam waktu tersebut pasokan yang kita kirim bisa mencapai 25 mobil ". Tukasnya (RNL)

5 Maret 2022

Berbagi Kepedulian, Relawan Asia Makmur Sasar Tiga Desa di Lampung Selatan

Berbagi Kepedulian, Relawan Asia Makmur Sasar Tiga Desa di Lampung Selatan


LAMPUNG SELATAN (RO) - Relawan Asia Makmur (AM) kembali melakukan kegiatan berbagi door to door untuk masyarakat yang membutuhkan.


Kali ini, mereka menyasar ke tiga desa di Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan. Ada sebanyak 300 kepala keluarga (KK) di tiga desa tersebut yang menerima bantuan berupa uang tunai. 


Ketua Relawan Budi Setiawan mengatakan, kegiatan berbagi rutin dilaksanakan setiap minggunya, pada hari Sabtu. Selain relawan Asia Makmur, pembagian bantuan juga bekerjasama dengan Artha Graha Peduli (AGP). 


"Kami hari ini keliling ke beberapa desa bersama Kapolsek Penengahan, Iptu Gobel dan Bhabinkamtibmas masing-masing wilayah. Jalan dari rumah ke rumah menyalurkan bantuan kepada yang membutuhkan," ujar Budi, Sabtu (05/03/2022).


Budi menuturkan, lokasi yang menjadi tujuan berbagi kali ini ada di Dusun Selapan, desa Rawi, Dusun Sekurip, Desa Kuripan dan Dusun Cibanjar, Desa Ruang Tengah. Relawan berjalan kaki belasan kilo untuk menyambangi rumah warga. 


"Kami sudah mulai sejak awal pandemi dan memang berbaginya dari rumah ke rumah, itu supaya tidak berkerumun. Ternyata masih banyak saudara-saudara kita yang membutuhkan," kata dia.


Budi menambahkan, selain berbagi uang tunai, relawan AM dan AGP Peduli membagikan makanan siap santap setiap hari Jum'at di posko berbagi, lokasinya di Jl. Gatot Subroto, Garuntang (seberang South Bank). 


"Jumat kemarin kami juga membagikan makanan siap makan di posko, juga keliling ke bakung berbagi dengan pekerja di TPA Bakung," tutur Budi Setiawan.


Budi mengungkapkan, dalam kegiatan berbagi kali ini Relawan juga membagikan empat buah kursi roda bagi warga yang mengalami stroke.


Sementara salah satu warga Sumarni mengaku sangat terbantu dengan bantuan yang diberikan. Sebab, suaminya saat ini dalam keadaan stroke, tidak bisa berjalan. 


"Saya kan sekarang tulang punggung keluarga, jadi terimakasih kepada bapak-bapak atas bantuannya. Semoga semuanya menjadi berkah," ungkapnya. (CHY)

31 Januari 2022

Usaha Rumahan Pembuatan Emping di Kunjir Terkendala Bahan Baku dan Modal

Usaha Rumahan Pembuatan Emping di Kunjir Terkendala Bahan Baku dan Modal


LAMPUNG SELATAN (RO) - Usaha pembuatan emping di Dusun 3, Desa Kunjir, Lampung Selatan, bisa terbilang menjadi usaha unggulan ibu-ibu di dusun tersebut.


Namun, makanan yang berbahan baku biji melinjo atau tangkil tersebut, memang saat ini terkendala bahan baku yang terbilang sulit, bahkan harga bahan bakunya juga cukup mahal.

Menurut salah seorang penjual emping, Sanimah, usaha rumahan yang dijalaninya tersebut sudah cukup lama, untuk satu kilo emping yang siap digoreng, dirinya biasa menjual dengan harga Rp. 40 ribu.

"Dari satu kilo melinjo, akan menghasilkan setengah kilo emping yang besarnya juga beda-beda. Sekilo dijual Rp. 40ribu," katanya, Senin (31/01/2022).

Dalam satu hari, jika bahan baku tersedia, dirinya bisa menghasilkan 4 kilo emping, namun jika bahan baku sedang sulit atau harga yang mahal, dalam waktu satu minggu dirinya hanya membuat 4 kg emping saja.

"Biji melinjo itu ditumbuk satu persatu, tergantung permintaan, ada yang satu emping itu dua biji melinjo, ada juga yang sampai 6 biji melinjo, tergantung bahannya, karena sekarang tangkil harganya Rp. 15 ribu," jelasnya.

Untuk pemasarannyapun memang masih sulit, karena dirinya hanya memasarkan disekitaran tempat tinggalnya saja, seperti ke warung-warung.

"Nanti ada warung yang ngambil, kalau saya biasanya jual mentah, atau saya goreng nanti dibungkus diplastik, dijual disini (warung)," ujarnya.

Jika tidak ada bahan baku atau kurangnya modal, dirinya hanya menerima jasa upah tumbuk saja dari orang lain.

"Ya kalau tidak ada tangkilnya, saya upahan sama orang, satu kilo tangkil itu biasanya diupahan Rp. 10 ribu," jelasnya.

Oleh sebab itu, dirinya sangat mengharapkan bantuan dari pemerintah, terkait dengan modal yang menjadi kendala usaha rumahan itu saat ini.

"Ya semoga ada bantuan dari pemerintah," pungkasnya seraya tersenyum. (Red)





25 Mei 2021

Aliansi Pemuda Peduli Petani Unjuk Rasa Tuntut Kenaikan Harga Komoditas Pertanian di Lampung Barat

Aliansi Pemuda Peduli Petani Unjuk Rasa Tuntut Kenaikan Harga Komoditas Pertanian di Lampung Barat


RETORIKAONLINE (LAMPUNG BARAT) - Aliansi pemuda peduli petani Lampung Barat menggelar demonstrasi didepan kantor bupati Lampung Barat, menuntut kenaikan harga komoditas pertanian yang ada di Lampung Barat. Selasa (25/5/2021).


Unjuk rasa yang berlangsung di Lapangan Pemkab Lambar itu, dikawal langsung oleh wakapolres Lampung Barat kompol Dwi Santosa beserta anggotanya yang berjumlah 57 personil dan satgas Pol PP berjumlah 30 personil.


Kordinator lapangan (Korlap) demonstrasi Putra Ari Utama yang notabene asli putra Lampung Barat menjelaskan bahwasanya aksi demonstrasi ini adalah aksi damai yang digelar sebagai bentuk dukungan para generasi muda kepada para petani.


"Kami murni tidak ada satupun yang menunggangi, kami bergerak atas nama masyarakat, sebagai kontrol sosial" ungkapnya.


Ia juga meminta agar pemerintah terjun langsung kelapangan untuk mengecek kondisi pasar terkait harga-harga sayur mayur yang menjadi salah satu hasil bumi petani Lampung Barat yang dalam kurun waktu 1 tahun terahir mengalami kemerosotan.


"Kami meminta agar pemerintah segera memberi solusi, menyambangi masyarakat, dan mengatasi fluktuasi harga pasar agar tidak terjadi aksi monopoli oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab" lanjutnya


Putra juga menyampaikan solusi buah pemikirn para mahasiswa dan pemuda terkait permasalah yang terjadi di lingkungan para petani.


"Juga agar pemerintah memberi wadah penampungan hasil bumi, ataupun membuka jalan akses untuk para petani mampu memasok atau memasarkan hasil panennya ke kepasar modern ataupun pasar yang lebih besar dan lebih luas cakupannya" tambahnya.


Bupati lampung Barat Parosil Mabsus dalam menyambut dan menerima para aksi demonstrasi dengan senang hati, hal itu parosil sampaikan saat menerima para pendemo.


"Terimakasi kepada para Aliansi Pemuda Peduli Petani Lampung Barat, saya sangat senang, juga menerima secara lapang dada apabila ada pemuda pemudi Lampung Barat yang menyampaikan aspirasi  masyarakat dan juga membantu memberi masukan solusi atas apa yang menjadi permasalahan saya menyambut baik pemikiran aliansi pemuda peduli petani Lampung Barat" ucapnya.


"Saya bisa merasakan apa yang petani rasakan terkait harga dan keluhan lainnya" lanjutnya.


Bupati juga mengatakan pembangunan gudang penampungan tidak akan mampu terealisasi dikarenakan keterbatasan APBD Lampung Barat, ia mengatakan hal tersebut sangat mustahil dilakukan.


"Resi gudang tidak akan mampu atau mustahil dibuat karena apbd kita terbatas. Namun untuk akan tetap diusahakan untuk di bukakan jalur akses untuk bisa mencapai mangsa pasar secara luas" tambahnya.


"Ia juga mengatakan pengadaan kelinci atau marmut merupakan salah satu upaya yang akan dilaksanakan pemerintah Lampung Barat untuk mengatasi melimpahnya sayur mayur di Lampung Barat"pungkasnya. (Rnl)

9 April 2021

Pondok Kreasi Pelepah Pinang Lampung Barat, Raih Juara 1 di LIPT

Pondok Kreasi Pelepah Pinang Lampung Barat, Raih Juara 1 di LIPT


RETORIKAONLINE (LAMPUNG BARAT) - Robi Yanto yang merupakan owner usaha kerajinan tangan "Pondok Kreasi Pelepah Pinang" dari pekon Bumi Jaya, Kecamatan Sukau, Lampung Barat, raih Juara 1 dalam Lomba Inovasi Produk Teknologi (LIPT).


Lomba itu diselenggarakan dalam rangka memperingati Diesnatalis Politeknik Negeri Lampung yang ke-37 tahun, pada Kamis (08/04/2021) di ruang sidang utama Politeknik Negeri Lampung.


Pada kesempatan itu, Robi Yanto mengaku senang dengan penghargaan tersebut dan berterima kasih atas dukungan dari berbagai pihak termasuk Pemerintah Lampung Barat tentunya.


"Alhamdulillah dengan hasil yang dicapai ini, berkat doa semua masyarakat Lampung Barat dimanapun berada, sehingga karya kecil anak kampung dari ujung Lampung Barat ini bisa menjadi juara pertama, Terkhusus kepada rekan-rekan Diskoperindag Lampung Barat yang sudah mensupport secara moril, ucapnya Jumat (09/04/2021)


Padahal sebelumnya, Roby sempat merasa tidak percaya diri, karena persaingannya cukup ketat. Namun, dengan dorongan semangat dari orang terdekat dan Pemkab Lambar, dirinha berhasil membawa prestasi membanggakan untuk Lampung Barat.


"Saya sangat bersukur karna jika melihat dari total jumlah peserta dalam peroses penyaringan tahap kedua saja tinggal 19 peserta dan dalam babak pinal tinggal 5 peserta dan kita mendapat juara pertama dalam lomba tersebut," tambahnya


Dirinya, berharapapannya kreasi dan inovasi kecil ini lebih terperhatikan oleh pemerintah khususnya Lampung Barat, karena sangat potensial sebagai alternatif untuk membuka lapangan pekerjaan dan mengentaskan pengangguran.


"Ya ini juga bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat di samping memang sudah ada pendapatan pokok dari hasil perkebunannya," tuturnya. (RNL)

22 Desember 2020

Harga Cabai di Kalianda Makin Pedas Jelang Akhir Tahun

Harga Cabai di Kalianda Makin Pedas Jelang Akhir Tahun


KALIANDA (RO) - Sejumlah harga kebutuhan pokok di Pasar Inpres Kalianda, mengalami kenaikan sejak tiga hari terakhir.


Beberapa bahan pokok tersebut diantaranya, cabai merah, cabai kecil, telur, dan ayam potong. Kenaikan harga yang paling signifikan terdapat pada komoditi cabai merah dan cabai kecil.


Jika sebelumnya cabai merah berkisar diharga Rp.35 ribu perkilo, kini mengalami kenaikan hingga diharga Rp.70 ribu perkilo. Begitu pula dengan harga cabai kecil yang saat ini mencapai Rp.45 ribu perkilonya. 


Sedangkan telur berkisar diharga Rp.28 ribu yang sebelumnya hanya dibandrol seharga Rp.22 ribu perkilo dan ayam potong mencapai harga Rp.45 ribu perekornya.


Meski begitu, terdapat harga komoditi lainnya yang sampai saat ini masih terbilang normal. Bahan pokok tersebut diantaranya bawang merah dan bawang putih.


Menurut Sutrisno, salah satu pedagang sayur mayur di Pasar Inpres, kenaikan harga tersebut merupkan hal yang biasa terjadi, terlebih saat menjelang Natal dan Tahun baru.


"Sudah biasa kalau mau Natal dan Tahun baru mah, harga kebutuhan pasti selalu naik. Dari petaninya juga sudah naik dan kemungkinan bisa naik lagi nanti sampai akhir tahun," kata Sutrisno saat ditemui di lapak dagangannya, Selasa (22/12/2020).


Kendati demikian, pria bertubuh tambun ini menjelaskan, bahwa minat kebutuhan masyarakat dalam mengkonsumsi bahan pokok tersebut saat ini masih seperti biasa. Hanya saja, mereka (Pembeli) mengurangi bahan pokok yang dibelinya.


"Kalau pembelinya sih masih seperti hari biasanya. Cuma si pembeli paling mengurangi belanjaannya. Contoh, yang biasanya beli 1 kilo, sekarang belanjanya cuma setengah kilo," ujarnya.


Sementara Plt Kepala Unit Pelaksana Teknis (KUPT) Pasar Inpres Kalianda, Ella Agustianus, tak menampik adanya kabar kenaikan harga kebutuhan pokok tersebut. 


"Kemungkinan karena menghadapi Natal dan Tahun Baru. Untuk setok lumayan banyak ada, Barang di cari gak susah," kata Ella, sapaan akrab dari Plt KUPT Pasar Inpres Kalianda, saat dikonfirmasi melalui pesan whatsAppnya. (Red)

27 Maret 2020

Tim Pemdes Pasuruan Sidak Harga dan Stok Bahan Pokok di Pasar

Tim Pemdes Pasuruan Sidak Harga dan Stok Bahan Pokok di Pasar

RO, PENENGAHAN - Tim Pemerintah Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan, bersama babinsa setempat lakukan sidak di pasar tradisional Desa Pasuruan, Jumat (27/03/2020).

Sidak yang dipimpin langsung Kepala Desa Sumali itu, dimaksudkan untuk memeriksa harga-harga barang kebutuhan pokok ditengah wabah corona atau covid-19.

Kepala Desa Pasuruan, Sumali mengatakan, sidak itu untuk mengetahui ketersediaan pangan dan persiapan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi, namun didapati harga gula terbilang cukup mahal.

"Harga gula sangat tinggi. Biasanya di bulog Rp12.000 per kilo, sekarang ada yang menjual mencapai Rp 18.000 per kilo," katanya.

Pihaknya mengharapkan masyarakat untuk tetap tenang dan pihaknya juga akan terus memantau dan mengawasi harga pangan di pasaran.

"Kita akan terus melakukan pengawasan terhadap kebutuhan barang pokok," ungkapnya.

Dirinya juga mengimbau kepada masyarakat, untuk tidak melakukan belanja dalam jumlah besar atau panic buying agar harga tetap stabil.

"Imbauan kami kepada masyarakat supaya tidak panic buying. Tim Satgas Pangan akan tetap melakukan pemantauan di pasar," tegas Sumali. (Red)

23 Maret 2020

Corona "Menginfeksi" Rupiah ke Rekor Terendah Rp 16.550 Per Dollar USA

Corona "Menginfeksi" Rupiah ke Rekor Terendah Rp 16.550 Per Dollar USA

Ilustrasi. RO
RO - Imbas pandemi Corona yang melanda hampir seluruh dunia termasuk Indonesia, nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah pagi ini berada di level Rp 16.486. Mata uang Paman Sam menguat dibandingkan pekan lalu.

Mengutip data Reuters, Senin (23/3/2020), dolar AS berada di level tertingginya Rp 16.550 per 09.30 WIB.

Pada Jumat pekan lalu (20/3) dolar AS berada di level Rp 16.200. Angka tersebut merupakan rekor sebelumnya.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo sebelumnya mengatakan, langkah stabilisasi nilai tukar yang dilakukannya dengan selalu menyediakan suplai dolar AS di pasar. Tujuannya untuk menenangkan pasar.

"Kami lakukan dengan intervensi baik secara tunai, spot maupun secara forward melalui Domestik Non Delivery Forward. Ini untuk menjaga mekanisme pasar dan agar tidak terjadi kepanikan dan memberikan confidence di pasar," terangnya melalui video conference, Jumat (20/3/2020).

Untuk cadangan devisa (cadev) sendiri, Perry memastikan kondisinya masih lebih dari cukup. Hingga akhir Februari 2020 posisinya masih US$ 130,4 miliar.

"Tentu saja berkoordinasi dengan pemerintah, Menkeu, Menteri BUMN, tentu saja langkah lanjutan akan dilakukan bagaimana kemudian berbagai program maupun pembiayaan budget nanti juga akan didatangkan devisa," tambahnya.

Peneliti INDEF Bhima Yudhistira Adhinegara menjelaskan ada sejumlah sektor yang terdampak dari penguatan dolar AS ini, yaitu sektor yang bahan bakunya impor akan terpukul.

"Yang pertama terasa adalah sektor yang bahan bakunya dari impor tinggi seperti tekstil pakaian jadi dan farmasi," kata Bhima saat dihubungi detikcom, Sabtu (21/3/2020).

Dia mengungkapkan, seharusnya sektor farmasi bisa mendapatkan laba di tengah kondisi seperti ini, karena kebutuhan obat-obatan dan alat kesehatan meningkat.

Namun hal ini akan terkendala oleh bahan baku yang 90% berasal dari luar negeri. "Sehingga sangat sensitif terhadap biaya operasional yang juga terus meningkat," kata dia.

Kemudian sektor makanan dan minuman ini juga akan sangat terpengaruh, tetapi tidak langsung karena proses impor membutuhkan waktu selama 100 hari.

Hal ini membuat ada jeda ke masyarakat. Sektor berikutnya adalah otomotif, industri elektronik. "Sektor ini komponennya sangat sensitif terhadap pelemahan rupiah," kata dia.

Dari data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR), kurs tengah dolar AS terhadap rupiah hari ini telah menyentuh level Rp 16.273. Dalam sepekan kurs tengah JISDOR bergerak di rentang Rp 14.815-16.273.

Beberapa bank dalam negeri sendiri telah menjual dolar AS sampai Rp 16.500. Mengutip laman resmi bank, Jumat (20/3/2020), BCA menjual dolar AS seharga Rp 16.521 per pukul 09.16 WIB. Kemudian, BCA membeli dengan harga Rp 15.971.

(Sumber: detikfinance)